Libur Nataru, Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Diproyeksikan Capai 80%

0

Tingkat hunian kamar hotel di Kota Malang diproyeksikan mencapai sedikitnya 80% pada libur Nataru meski ada ancaman banjir.

Ketua PHRI Kota Malang, Agus Basoeki, mengatakan saat ini pemesanan kamar hotel di Kota Malang sudah mulai meningkat, yakni mencapai 25%.

“Peningkatan permintaan pemesanan naik tajam diperkirakan berlangsung pada 20 Desember karena pada 22 Desember sudah memasuki libur sekolah sehingga orang sudah mulai berwisata,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis pada Senin (15/12/2025).

Memanfaatkan tingginya permintaan kamar, kata dia, biasanya hotel menerapkan tarif publish. Juga menjual paket-paket seperti dinner pada perayaan Natal, maupun gala dinner dan pertunjukan musik pada perayaan malam Tahun Baru.

Meski di tengah ancaman potensi banjir karena bersamaan dengan musim penghujan, dia optimistis, tidak menghalangi wisatawan untuk datang dan menginap di hotel yang ada di Kota Malang. Daya tarik Kota Malang, dia menilai, karena suasana kotanya yang tenang dan aman. Juga, akses jalannya mudah dijangkau dan relatif tidak macet.

Selain itu, Kota Malang juga dikenal sebagai kota kuliner.

“Masyarakat juga bisa mengunjungi wisata di Kota Malang, seperti Kajoetangan Heritage di Jl Basuki Rahmad,” ujarnya.

Wisatawan yang menginap di Kota Malang juga karena posisi kota ini sebagai pariwisata hub. Mereka mengunjungi objek-objek wisata di Kota Batu, Kabupaten Malang dan Gunung Bromo. Namun wisatawan tersebut justru menginapnya di Kota Malang.

“Dari sisi kamar, kata dia, sangat mencukupi. Dari 79 hotel anggota PHRI, tersedia 3.000-an kamar. Belum lagi guest house. Di Kota Malang, ada sekitar 110 guest house,” ucapnya.

Karena tingginya potensi yang datang ke Kota Malang pada libur Nataru, kata Basoeki, maka para pemangku kepentingan perlu mengantisipasi dengan baik. Misalnya soal kemacetan, betul-betul diatur lalu-lintasnya agar tidak menimbulkan kemacetan yang parah.

Begitu juga soal banjir, perlu dilakukan mitigasi agar wisatawan tetap nyaman.

“Yang perlu diketahui, banjir di Kota Malang hanya di beberapa titik. Juga, biasanya hanya berlangsung cepat dan air kembali surut,” ucapnya.

Kenyataan itu, dia memperkirakan, sudah diketahui wisatawan. Karena itulah, meski dalam ancaman potensi terjadi banjir, tidak menyurutkan mereka untuk berwisata dan menginap di Kota Malang.

“Saya optimistis wisatawan yang menginap di hotel jumlahnya banyak. Bahkan hotel-hotel yang dekat dengan lokasi wisata, tingkat huniannya bisa mencapai 100%, karena banyak dipilih wisatawan. Mereka menjangkau tempat wisata hanya dengan berjalan kaki,” ucapnya seperti dikutip dari berita Bisnis.

Leave A Reply

Your email address will not be published.