Libur Natal dan Tahun Baru, PHRI: Ada Perubahan Perilaku Wisatawan Domestik

0

ihgma.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menjelaskan potensi tingkat okupansi hotel selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dia mendapatkan laporan dari berbagai daerah kondisinya cukup bervariatif karena adanya perubahan perilaku dari wisatawan.

“Jadi memang kita melihat bahwa pola perjalanan juga berubah sejak Covid-19, banyak juga yang menggunakan transpotasi darat,” ujar dia melalui sambungan telepon seperti dilansir Tempo pada Rabu , 14 Desember 2022.

Dia memperkirakan bahwa libur Natal dan Tahun Baru kali ini ada pergerakan terbesar adalah wisatawan domestik. Dan jika melihat hal itu ada pola perubahan juga berdampak pada reservasi, karena menggunakan jalur darat.

Jika kalau bicara jalur darat, menurut Maulana, perilakukan traveler untuk melakukan reservasi jauh-jauh hari itu jadi berkurang. “Mereka yang menggunakan jalur darat itu bisa mengubah itenary mereka kapan pun tergantung jarak yang akan mereka tempuh,” kata dia.

Wisatawan domestik saat berlibur di kawasan Nongsa Point Marina Nongsa Kota Batam. TEMPO/Yogi Eka
Wisatawan domestik saat berlibur di kawasan Nongsa Point Marina Nongsa Kota Batam. TEMPO/Yogi Eka

Hal tersebut, Maulana melanjutkan, berdampak pada para wisatawan yang melakukan reservasi mendadak. Apalagi proses reservasi sekarang sudah didukung dengan aplikasi yang memudahkan pengguna. “Bisa dilakukan last minute.”

Maulana menjelaskan, yang membuat reservasi jauh-jauh hari selama ini adalah traveler yang menggunakan transportasi umum seperti pesawat. “Karena mereka sudah memiliki planning berangkat dan tiba itu sudah jelas, tapi yang darat itu tidak,” kata Maulana.

Sementara, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan bahwa jumlah wisawatan akan naik saat liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Bahkan, dia menargetkan peningkatannya akan lebih tinggi dari tahun 2019.

“Mudah-mudahan optimis ya di Desember ini paling tidak sama dengan tahun 2019, 10-15 persen atau mungkin bisa naik 20 persen dibandingkan 2019,” ujar dia kemarin.

Menurut Budijanto, Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang baik setelah industri pariwisata diterjang pandemi Covid-19 selama 2 tahun. Dia berharap tahun ini, tidak akan ada gangguan lagi sehingga kegiatan pariwisata bisa tetap berkembang.

Dia memprediksi bahwa wisatawan domestik diprediksi akan meningkat tajam. Adapun wisawatan asing, kata dia, juga akan mengalami peningkatan, karena akhir tahun adalah waktu liburan yang universal.

“Wisatawan asing memang ada sebagian, tapi tidak terlalu signifikan karena liburan wisatawan asing yang masuk itu kan merek tidak hanya pada high season,” tutur Budijanto. “Jadi rata sepanjang tahun dan mereka menyesuaikan dengan libur mereka bukan libur kita. Ada-lah peningkatan karena kan di mana-mana libur.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.