Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Kota Batu Tembus 90 Persen

0

ihgma.com – Okupansi atau keterisian kamar hotel dan restoran di Kota Batu, Jawa Timur meningkat selama tiga hari Libur Natal 2023 hingga mencapai 90 persen.

Reservasi kamar hotel untuk jelang malam pergantian tahun juga berkisar 80-90 persen.

“Di Kota Batu ini menurut data BPS(Badan Pusat Statistik) ada 10.000 kamar lebih dari seluruh tempat penginapan. Okupansinya rata-rata 90 persen lebih,” kata Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi seperti dikutip dari Kompas, Selasa (26/12/2023).

Menurutnya, peningkatan okupansi tidak hanya dirasakan oleh hotel-hotel berbintang, tetapi juga penginapan seperti homestay dan guest house.

Adapun rata-rata wisatawan yang menginap di Kota Batu rupanya bukan berasal dari Jawa Timur, melainkan dari provinsi lain, seperti Jawa Barat dan Jakarta. Kebanyakan di antaranya menghabiskan waktu selama tiga hari di Kota Apel.

“Memang momen liburnya pas, hari Sabtu, Minggu dan Senin,” katanya.

Peningkatan okupansi juga terjadi jelang malam pergantian tahun. Meskipun, lanjut Sujud, angkanya masih berkisar 70-80 persen.

“Tanggal 30, 31 itu merata, meskipun ada yang masih 70-80 persen,” katanya.

Okupansi yang meningkat juga berdampak pada kenaikan tarif kamar, menjadi sekitar dua kali lipat dari tarif pada hari biasa.

Kendati demikian, masing-masing hotel rata-rata memberikan paket malam tahun baru, sehingga tamu bisa mendapatkan hiburan tambahan selain menginap.

Hal senada diungkapkan oleh Marketing and Public Relation JTP Group, Yokka Rhismadora. Menurutnya, rata-rata wisatawan menghabiskan waktu dua hingga tiga malam di Kota Batu selama libur Natal 2023. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi selama libur Tahun Baru 2024.

Adapun tarif menginap per malamnya juga naik menjadi dua kali lipat pada periode tersebut.

“Libur Nataru ini banyak wisatawan juga dari Jakarta, Bandung, Bogor biasanya mereka mau mengejar momen tahun baruan di Kota Batu, kalau enggak jauh-jauh hari(pesan) enggak dapat kamar hotel.” “Harganya Senyum (Hotel) biasanya ada yang Rp 700.000 jadi Rp 1,9 juta, harganya dua kali lipat lebih mahal,” katanya.

Omzet restoran capai dua kali lipat

Selain berdampak pada hotel dan penginapan, dampak kenaikan jumlah pengunjung ke Kota Batu jelang pergantian tahun juga dirasakan oleh restoran. Rata-rata, lanjut Sujud, restoran mengalami peningkatan dua kali lipat dari akhir pekan biasanya.

“Kondisi restoran bagus, jadi restoran pun rata-rata di Kota Batu dua kali lipat dari weekend biasa, karena tingkat kunjungan wisatawan dua kali lipat dari weekend, restoran pun pendapatannya dua kali lipat,” tuturnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.