Kurangi Masalah Overtourism, Kyoto Bakal Hapus Tiket Bus Harian
ihgma.com – Tiket perjalanan satu hari atau one day pass menjadi salah satu opsi bagi traveler yang ingin bepergian dengan bujet yang lebih hemat. Berbeda dengan tiket reguler yang mengharuskan kamu mengeluarkan uang saat naik bus, tiket ini lebih menguntungkan traveler karena kamu hanya perlu membayar sekali untuk bisa pergi ke mana-mana.
Negara-negara seperti Jepang hingga Singapura diketahui telah memberlakukan sistem ini pada transportasi umum mereka. Hanya saja, Negeri Sakura mulai mempertimbangkan untuk menghapusnya untuk mengurai masalah kepadatan turis (overtourism) di tempat-tempat wisata mereka.
Kyoto berencana untuk menghapus tiket bus harian. Ini dikarenakan salah satu destinasi terpopuler di Jepang tersebut mulai disesaki turis asing, khususnya tempat-tempat yang dilalui oleh bus-bus umum Kyoto.
Sebab, tiket bus harian ini memungkinkan kamu untuk bepergian ke pusat kota Kyoto dengan mudah secara tak terbatas alias unlimited.

Untuk tiket bus satu hari ini, turis hanya perlu membayar 700 yen atau Rp 78 ribu. Harga tersebut lebih murah dibandingkan kamu harus membayar tiket reguler sebesar 230 yen atau Rp 25 ribu untuk sekali jalan.
Tiket bus ini juga bisa membawa turis menjelajahi sejumlah tempat wisata di Kyoto, sebelum kemudian kembali ke hotel untuk menginap.
Salah satu alasan tiket bus satu hari begitu populer adalah karena bus bisa menjangkau atraksi utama Kyoto. Dibandingkan dengan kereta bawah tanah, para turis bisa lebih mudah ke kuil-kuil yang menjadi atraksi utama di sana.
Meski memberikan banyak keuntungan bagi turis, sayangnya tiket bus tak terbatas tersebut membuat turis terlalu nyaman yang dalam prosesnya ternyata menimbulkan ketidaknyamanan bagi penduduk setempat.
Hal itulah yang membuat pemerintah kota mengumumkan akan segera menghapus tiket bus satu hari di Kyoto.

Penduduk Kyoto Merasa Tidak Nyaman
Beberapa penduduk Kyoto mengatakan merasa tidak nyaman dalam aktivitas sehari-hari mereka. Sebagai contoh, pada jam-jam padat atau peak hour mereka harus berdesak-desakan dengan turis saat naik bus.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan baru-baru ini, seorang pekerja di Stasiun Kyoto mengatakan di pagi hari, antrean bus dengan rute Kuil Kiyomizu dan Kuil Yasaka seringkali sangat panjang sehingga mereka harus menunggu tiga sampai empat bus.
Kondisi ramainya turis ini juga bukanlah masalah baru, sebab sejak tahun 2019 penduduk setempat telah merasakan hal yang sama. Saat puncak musim liburan, bisa naik bus di Kyoto dengan nyaman jadi hal yang sulit.
Tiket Bus Satu Hari Berakhir Mulai Maret 2024
Pemerintah kota Kyoto mengatakan bahwa penghapusan tiket bus satu hari ini akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, para turis yang sebelumnya telah membeli tiket bus tersebut masih bisa menggunakannya hingga batas waktu kartu atau tiket mereka berakhir.
Nantinya, otoritas setempat tidak lagi mengeluarkan tiket bus satu hari per Maret 2024 mendatang.
Meski tiket bus tersebut dihapuskan, pemerintah Kyoto berharap turis bisa menggunakan alternatif transportasi lain saat berwisata, seperti kereta bawah tanah dan transportasi lainnya.