Kunjungan Wisdom ke Bali Selama Libur Nataru Rata-rata 24.161 Orang per Hari

0

ihgma.com, Denpasar – Kunjungan wisatawan selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 disinyalir kembali menunjukkan gairah kebangkitan di masa pandemi. Bahkan, berdasarkan data dari Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, pada Minggu 2 Januari 2022, jumlah wisatawan ke Bali mengalami peningkatan yang lumayan signifikan.

Sejak tanggal 23 Desember 2021 hingga 31 Desember 2021 jumlah kedatangan wisatawan ke Bali total berjumlah 217.453 orang. Sedangkan, jumlah wisatawan yang keluar Bali berjumlah 177.298 orang.

Dari jumlah tersebut wisatawan yang masuk melalui jalur darat masih menjadi pilihan utama yang masuk ke Bali. Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menjadi salah satu pintu masuk pilihan utama dengan jumlah wisatawan yang masuk berjumlah 112.735 orang dan yang keluar sebanyak 107.152 orang.

Puncak kedatangan di pintu masuk tersebut terjadi pada 23 Desember 2021 lalu dengan 14.263 orang dan keluar sebanyak 13.670 orang. Sementara melalui Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai 7.966 orang dan yang keluar 8.135 orang.

Dari data tersebut, puncak kedatangan terjadi pada tanggal 27 Desember 2021 dengan jumlah 1.122 orang dan puncak wisatawan keluar melalui jalur tersebut terjadi pada 24 Desember 2021 dengan jumlah 1.132 orang.

Sedangkan, jumlah wisatawan yang masuk Bali melalui jalur udara via Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjumlah 96.752 orang dan yang keluar sebanyak 73.566 orang.

Puncak kedatangan di pintu masuk tersebut terjadi pada 29 Desember 2021 lalu dengan 11.825 orang dan puncak wisatawan keluar melalui jalur tersebut terjadi pada 23 Desember 2021 dengan jumlah 11.401 orang.

Dari data tersebut juga rata-rata wisatawan masuk ke Bali selama libur Nataru berjumlah 24.161 orang.

Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster, pada pidato akhir tahun 2021 menyampaikan, pada bidang pariwisata telah ditata secara fundamental dan komprehensif melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur untuk memperkuat pariwisata berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas serta berpihak pada sumber daya lokal seperti dilansir Bali Tribun.

Dengan harapan penataan bidang pariwisata tersebut agar mampu memberi manfaat secara optimal bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Kebijakan ini akan diterapkan secara progresif dalam situasi normal pasca Pandemi Covid-19,” ujarnya pada pidato akhir tahun Jumat 31 Desember 2021 kemarin.

Gubernur Koster mengatakan, meskipun dalam situasi Pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana tetap berjalan sesuai rencana. Sampai akhir tahun 2021 ini, Gubernur Koster mengatakan berbagai infrastruktur sedang dan telah diselesaikan.

Diantaranya: Perlindungan Kawasan Suci Besakih; Kawasan Pusat Kebudayaan Bali; Shortcut Singaraja-Mengwitani; Pelabuhan Segitiga Sanur Denpasar, Sampalan Nusa Penida dan Bias Munjul Nusa Ceningan di Klungkung.

Sementara pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub. Penataan pelabuhan Benoa sedang dalam pekerjaan.

“Pembangunan Bendungan Sidan di Badung dan Pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng; Pengembangan Stadion Dipta di Gianyar; dan Pembangunan Pasar Sukawati Blok A, B, dan C di Gianyar,”pungkasnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.