ihgma.com – McDonald’s terkenal sebagai restoran cepat saji yang menyajikan burger, kentang goreng, dan ayam goreng. Tak banyak yang tahu bahwa restoran waralaba asal California, Amerika Serikat, itu pernah membangun bisnis hotel di Eropa. Sayangnya bisnis itu gagal.
Dilansir Tempo dari Daily Mail, Sabtu, 30 Agustus 2025, pada awal tahun 2000-an, perusahaan ini mencoba peruntungannya di sektor perhotelan. Hotel pertama yang diluncurkan adalah Golden Arch Hotel, di dekat Bandara Zurich, Swiss, pada 2001. Hotel senilai £12 juta atau Rp 267 miliar itu memiliki 211 tempat tidur. Tarif kamarnya dihargai kompetitif, £75 atau sekutar Rp 1,7 juta per malam. Hotel tersebut diklaim bintang empat.
Bos McDonald’s Swiss, Urs Hammer, memimpin proyek tersebut. Saat itu ia berencana membangun lebih banyak hotel di seluruh Swiss. Langkah pertama ekspansi, perusahaan membuka sebuah hotel lain di Lully.
Bangunan Hotel

Dari luar, para tamu disambut oleh eksterior abu-abu yang ramping dengan jendela-jendela tinggi dan papan nama besar bertuliskan Golden Arch Hotel. Sebagai penghormatan, di lantai bawah hotel ada restoran McDonald’s serta sebuah kedai kopi bernama Aroma Cafes, yang kemudian menjadi Cafe Nero.
Di dalam, tempat tidur-tempat tidur dibingkai oleh lengkungan-lengkungan raksasa yang meniru logo Golden Arches khas McDonald’s. Sebuah kursi juga ditemukan dengan bentuk M yang sama. salah satu sisi dinding dicat dengan warna merah cerah.
Sebenarnya kamar ini tergolong futuristik di masanya. The Mirror melaporkan bahwa tempat tidur di kamar dapat diatur naik turunnya dengan satu sentuhan tombol, dan kamar mandinya dilengkapi pancuran bergaya futuristik. Setiap kamar dilengkapi internet berkecepatan tinggi, dan TV. Para tamu dilaporkan dapat memesan kamar melalui internet dan check-in sendiri saat kedatangan.
Namun, hotel tersebut tidak sukses dan ditutup hanya dua tahun kemudian pada 2003. Menurut The Sun, The Times menuliskan bahwa hotel itu memiliki konstruksi empat lantai modernis yang sangat indah dan ramping, dilapisi kaca reflektif abu-abu baja.
“Fasadnya memiliki lengkungan yang anggun, membuatnya lebih terlihat seperti fasilitas penelitian yang ramping daripada tempat menginap Ronald McDonald’s.”
Mantan CEO Jack Greenberg berbicara tentang rencana hotel tersebut pada konferensi pers tahun 2000. Ia mengatakan bahwa hotel ini merupakan inovasi yang selalu ada di McDonald’s. “Semangat kami untuk membuat pelanggan tersenyum secara alami juga terasa di sektor perhotelan.”
Penyebab Hotel McDonald’s Bangkrut
Pada akhirnya, hotel grup restoran itu tak bertahan lama. Ada beberapa masalah yang menyebabkan berakhirnya proyek hotel tersebut. Menurut Harvard Business Review, frasa “golden arches” tidak dikaitkan dengan McDonald’s di tempat-tempat berbahasa Jerman.
Gagasan hotel bintang empat dan jaringan restoran cepat saji juga tidak sepenuhnya sejalan. Orang bisa makan siang di McDonald’s, tetapi tidak bisa membayangkan menginap di hotel McDonald’s dalam perjalanan bisnis.
Sementara itu, para tamu yang menginap di tempat tersebut juga mengeluhkan kurangnya privasi karena kamar mandi kaca. Kaca tersebut dilaporkan kemudian ditambahkan efek frosted untuk membuatnya lebih tertutup.