KEDOK Rumah Mewah di Badung, PHRI Bali Sayangkan Banyak Villa Tidak Taat Pajak, Dorong Usut Tuntas!

0

ihgma.com, Mangusada – Banyaknya villa berkedok rumah mewah, di Kabupaten Badung menjadi perhatian   Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Bali. Bahkan PHRI meminta semua itu dilakukan pendataan pertanyakan pembayaran pajaknya.

Mengingat saat ini, villa yang berkedok rumah mewah dinilai bersaing tidak sehat. Pasalnya menghindari  pajak, dan hanya melakukan promosi secara online. Berbeda dengan hotel dan restoran yang sudah tercatat, pada organisasi PHRI dan instansi terkait di pemerintahan.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, yang dikonfirmasi Senin 1 Juni 2024 mengatakan bahwa villa yang berkedok rumah mewah tidak masuk member PHRI. Kendati demikian pihaknya mengatakan semua itu perlu dilakukan untuk menghindari kebocoran pendapatan.

“Perlu dilakukan pendataan itu. Karena sudah jelas bersaing tidak sehat, karena kita harus sama-sama membayar pajak,” ujar Suryawijaya.

Pihaknya mengaku dengan pendataan yang dilakukan, akan mengurangi persaingan yang tidak sehat. Dengan dilakukan pendataan dam dilakukan pengenaan pajak, sudah pasti ada pendapatan kepada pemerintah kabupaten.

“Pendataan yang dilakukan saya sangat setuju sekali. Sehingga ke depan kita punya data base, apalagi dionline kan banyak dipromosikan,” jelas Suryawijaya yang juga merupakan Ketua PHRI Badung.

Pihaknya meyakini, di Badung banyak sekali ada villa berkedok rumah mewah. Bahkan semua itu manajemennya dilakukan warga asing. Sehingga pihaknya mendukung sekali jika Pemkab Badung melakukan pendataan dengan baik.

“Coba je turun, apakah mereka punya izin atau tidak, karena bangunan sudah jadi sehingga disewakan. Jika sudah disewakan dan ada pendapatan, maka pendapatan itu kan harus kena pajak,” bebernya

Suryawijaya pun meminta Pemkab Badung, melakukan kerja sama dengan membuat MOU dengan asosiasi-asosiasi yang ada untuk melakukan pendataan, termasuk dengan aparat desa.

Sehingga ada kontribusi terhadap pemerintah daerah dengan pesatnya pembangunan akomodasi pariwisata di Badung.

“Banyak sekali villa atau rumah mewah yang mulai di bangun dan sudah ada di wilayah Pererenan, Canggu, Seminyak maupun Badung Selatan.

Sehingga perlu ditelusuri, apa itu sudah memiliki izin, sudah membayar pajak dan yang lain,” sembari mengatakan banyak juga pada situs-situs online mempromosikan villa di Badung.

Sementara, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung, Ni Putu Sukarini, mengaku akan menyasar villa berkedok rumah mewah disinyalir marak di Kabupaten Badung untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Usaha akomodasi yang mengantongi IMB rumah untuk mengelabui pajak ini akan menjadi target Bapenda di 2024.

“Pendataan villa sebagai objek pajak akan dilakukan mulai tahun ini. Karena dari pengalaman sebelumnya,  villa sulit untuk didapat, karena berkedok rumah tinggal namun telah dipasarkan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung hingga Juni 2024 mencapai Rp 2.974.432.584.464. Angka ini tidak terlepas dari meningkatnya sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung pendapatan di Gumi Keris.

Pendapatan dari pajak daerah mencapai Rp 2.567.620.468.683, sementara retribusi daerah hingga Mei 2024 menyumbang Rp 154.183.298.829.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.