Jepang dan Thailand, Dua Negara Populer yang Ditakuti Turis China

0

ihgma.com, Jakarta – Ternyata turis China bukan hanya takut berlibur ke Thailand. Mereka juga tidak lagi berminat melancong ke Jepang, kenapa ya?

Dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (22/11/2023) pada awal tahun ini, Jepang dan Thailand merupakan destinasi pilihan utama bagi turis China. Namun pada kuartal 3, Thailand turun ke posisi keenam dan Jepang berada di peringkat kedelapan pilihan turis China. Data itu merupakan milik perusahaan pemasaran China Trading Desk, yang mengukur sentimen perjalanan China setiap triwulan.

Kedua negara itu berada di bawah Korea Selatan, Malaysia, dan Australia dalam tujuan liburan turis China. Singapura yang berada dalam pilihan teratas untuk liburan warga China pada 2023.

Ada apa dengan Jepang dan Thailand?

Thailand: kasus penipuan

Ternyata, cerita dalam film sangat berpengaruh pada pikiran turis China. Film China terbaru yang berjudul ‘No More Bets’ dan ‘Lost in the Stars’ membuat warga China berpikir dua kali datang ke Thailand. Padahal, latar film itu bukan di Thailand lho.

Namun, beberapa orang mengatakan alur ceritanya sangat mirip dengan peristiwa kehidupan nyata yang menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya seorang wanita China yang didorong dari tebing oleh suaminya di Thailand pada 2019.

Terutama karena film ‘No More Bets’ yang mengisahkan pasangan muda yang dibujuk ke Asia Tenggara untuk mencari pekerjaan baru, namun malah terjebak dalam sistem penipuan online. Menurut perkiraan PBB, tipu-tipu itu tidak hanya menyasar warga China tetapi juga kepada ratusan ribu orang di Asia Tenggara.

Banyak kompleks yang berada di wilayah perbatasan di luar Thailand, seperti di Kamboja, Laos, dan Myanmar yang menjadi sarang penipuan lapangan pekerjaan ini. Korban datang dari Asia Tenggara dan Selatan, serta daratan China, Taiwan, dan bahkan Amerika Latin, katanya.

Pia Oberoi, penasihat senior bidang migrasi dan hak asasi manusia di Asia-Pasifik untuk Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, mengatakan masalah itu berkembang sejak pandemi Covid-19. Perjudian online itu tumbuh sebagai imbas menyusutnya pengunjung kasino dan penutupan perbatasan.

Selain penipuan, kawasan ini juga dikaitkan dengan perdagangan narkoba, satwa liar, dan perdagangan manusia yang merajalela.

Nah, desas-desus inilah yang liar bertebaran di sosial media China. Namun kenyataannya, belum ada kasus turis yang diculik di jalanan dan diseret ke pusat-pusat ‘zona tak berhukum’ di atas.

Dia mengatakan pemerintah sudah mengambil langkah-langkah untuk melakukan intervensi, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang mengakar di wilayah ini terkait korupsi dan penegakan supremasi hukum.

Jepang: keamanan pangan
Menurut Subramania Bhatt, CEO China Trading Desk, masalah pelepasan air limbah radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Jepang ke Samudera Pasifik pada bulan Agustus telah secara signifikan mempengaruhi perasaan masyarakat China saat bepergian ke sana.

Survei yang dilakukan oleh China Trading Desk terhadap lebih dari 10.000 warga China, 94% di antaranya berusia di bawah 40 tahun menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan enak (23%) merupakan motivasi utama wisatawan keluar negeri. Juga mengenal sejarah dan budaya lokal (22%), alam ( 22%) dan belanja (10%) adalah alasan lainnya.

Walau WHO dan kelompok keamanan lainnya mengatakan makanan laut dari Jepang aman untuk dikonsumsi, namun ketakutan di kalangan wisatawan China telah memandang Jepang tak lagi tujuan populer mereka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.