Ini yang Dikhawatirkan Pelaku Pariwisata jika Pemerintah Tak Bisa Atasi Kemacetan di Bali

0

ihgma.com, Denpasar –  Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini, kendaraan yang masuk ke Bali mencapai 47 ribu. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan perayaan Nataru tahun sebelumnya.

Banyaknya jumlah kendaraan ini tentu berdampak terhadap arus lalu lintas. Sejulah ruas jalan di Bali mulai padat pada libur Nataru ini.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana menilai peningkatan jumlah kendaraan masuk Bali tersebut salah satunya karena harga tiket pesawat yang mahal.

Imbasnya, banyak wisatawan yang memilih datang ke Bali dengan kendaraan pribadi atau travel.  Tentunya, puluhan ribu kendaraan ini menimbulkan kekhawatiran Bali akan semakin sesak. Mengingat, pada hari normal saja, kemacetan di beberapa jalur tak bisa dibendung.

“Kamis yang sehari-hari saja sudah macet. Saya yakin setelah tanggal 26 ini pasti akan datang lagi, naik lagi mobil dan orang datang ke Bali,” kata pria yang akrab disapa Gus Agung ini seperti dikutip dari  baliexpress.jawapos , Selasa, 26 Desember 2023.

Gus Agung menambahkan, kemacetan ini tentunya berpotensi merugikan pariwisata Bali. Khususnya dari sisi image.

Sebab umumnya wisatawan enggan mendatangi wilayah yang padat. “Bisa saja tahun depan orang malas datang ke Bali,” ujarnya.

Menurut Gus Agung, kemacetan ini pada tahun lalu masih dapat diterima. Hal ini karena ada euphoria usai Covid-19, yang mana masyarakat melihat keramaian berarti ekonomi berputar.

Kemudian pada tahun kedua, kemacetan mulai memantik kekesalan.

“Tahun ketiga, kalau tidak bisa mengatasi ini, pemerintah tidak bisa mengatasi ini, saya yakin Bali tidak akan menjadi destinasi favorit lagi untuk wisdom atau wisman,” cetusnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.