Hotel Transit di Rest Area Tol Bermunculan, Bisa Cuan Nggak?

0

ihgma.com, Jakarta – Prospek bisnis di kawasan rest area semakin beragam, tidak hanya untuk mengisi bahan bakar, membeli makanan, dan fasilitas toilet. Namun hotel transit juga mulai terlihat untuk tempat beristirahat.

Dalam aturan Kementerian PUPR No 28/2021 tentang tempat istirahat dan pelayanan jalan tol, yang diterbitkan pada Agustus 2021 lalu, memang sudah memungkinkan untuk pembangunan hotel di rest area.

“TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan) antar kota dapat dilengkapi dengan fasilitas inap untuk beristirahat,” tulis aturan itu.

Dengan durasi paling lama 12 jam dilengkapi area parkir terpisah dengan area parkir TIP, dan memiliki jumlah kamar maksimal hanya 100 unit.

ILUSTRASI – Kamar hotel(Shutterstock/August_0802)

Salah satunya yang sudah terbangun adalah di Rest Area KM 19 tol Jakarta-Cikampek yang bernama Kedaton 8Xpress, yang diresmikan 31 Maret 2022 lalu. Ini merupakan hotel pertama di rest area jalan tol, seperti yang tertulis dalam website hotel.

Hotel transit itu menawarkan standar fasilitas seperti AC, shower air panas, sambungan wifi selama empat jam dengan tarif Rp 300 ribu.

“Pengembangan hotel di KM 19 merupakan yang pertama bukan hanya bagi perseroan, tapi di bisnis ini. kita telah melakukan penjajakan dengan pengelola tol lainnya untuk mengembangkan rest area di tempat lain,” kata Corporate Secretary Puri Sentul Permai Aan Rohana, mengutip keterangan pada website perusahaan.

Rencananya Puri Sentul Permai selaku pengembang hotel ini akan melakukan IPO pada Juni 2022 ini untuk menghimpun pendanaan Rp 40-70 miliar untuk mengembangkan hotel pada rest area lainnya.

Lantas bagaimana prospeknya?

Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek dilengkapi sebuah hotel bintang tiga.TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek dilengkapi sebuah hotel bintang tiga.TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan proses hotel dalam rest area ini cukup cerah, melihat semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah kota.

“Tren perjalanan darat di masyarakat itu mulai bergeliat. Konektivitas juga terhubung baik di tol Trans Jawa,” kata Maulana seperti dilansir CNBC Indonesia, Jumat (27/5/2022).

Meski dia tidak menampik saat ini perjalanan di Trans Jawa cukup ramai pada waktu tertentu saja seperti periode mudik lebaran.

Namun seiring dengan semakin banyaknya jalur tol penopang yang menuju kota, seperti ke Bawen-Yogyakarta (bukan tol Trans Jawa) tentu semakin menambah minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi.

“Sebenarnya kalau ditanya lebih efisien mana, lebih baik pakai kendaraan pribadi kalau misal ke Yogyakarta saja sudah bisa tembus tol,” katanya.

Sehingga ini menjadi peluang untuk membangun hotel pada rest area yang diperbolehkan. Meski tentunya pada titik-titik yang berpotensi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.