Hotel-Hotel Baru di Jakarta Bermunculan, Nasibnya Diramal “Tragis”

0

ihgma.com, Jakarta – Hotel-hotel di Jakarta kian bertambah banyak setelah munculnya dua hotel baru di daerah Jakarta Pusat,  yakni The Ibis Jakarta Raden Saleh dengan 105 kamar dan Ashley Hotel Tugu Tani sebanyak 80 kamar. Dengan tambahan ini, total pasokan kamar hotel bintang 3 ke-atas di Jakarta tercatat di sebanyak 56.180 unit.

Kondisi ini bertolak belakang jika dibandingkan tahun 2023 yang tak mencatat adanya penambahan jumlah pasokan hotel baru.

Hanya saja, pasokan hotel di Jakarta tetap terkonsentrasi di wilayah Jakarta Pusat dan kawasan pusat bisnis (central business district/ CBD) Jakarta, dengan porsi mencapai 58% dari total pasokan. Di tahun 2024, diprediksi akan ada beberapa penambahan hotel baru yang akan beroperasi, antara lain adalah Pan Pacific Jakarta, 25Hours the Oddbird Jakarta, dan Park Royal Hotel Jakarta.

Pada gilirannya konsentrasi hotel yang berpusat di satu titik akan menambah beban bagi bisnis hotel. Apalagi, dengan adanya potensi efek proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Demikian mengutip “Jakarta Property  Market Insight Q1 2024” yang dirilis Leads Property.

“Melihat jauh ke depan, kita semua mengetahui bahwa ibukota negara akan pindah ke IKN. Kondisi ini diperkirakan akan memberikan tekanan pada tingkat hunian oleh karena diperkirakan juga akan ada pengurangan volume kegiatan meeting,” tulis Leads Property, seperti dikutip dari CNBC Indonesia pada Selasa (4/6/2024).

“Secara historikal, permintaan terhadap ruang meeting dan kamar hotel, juga banyak yang berasal dari lembaga-lembaga pemerintah atau government-based demand berkisar 30-40%. Oleh karena itu, dengan berpindahnya pusat pemerintahan ke IKN, akan berpengaruh pada bisnis perhotelan,” demikian mengutip laporan tersebut.

Sektor perhotelan akan mengalami perlambatan pada awal tahun ini, dengan periode yang lebih tenang untuk permintaan domestik yang disebabkan oleh berkurangnya aktivitas MICE dan staycation  akibat  adanya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ditambah lagi ada momen Puasa dan Lebaran 2024, yang berdampak pada rendahnya tingkat okupansi di kuartal berjalan.

Rata-rata Average Daily Rate (ADR) mengalami penurunan sebesar 3,7% dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan permintaan pada kuartal I tahun 2024. Setelah kenaikan tersebut, ADR keseluruhan tercatat sebesar Rp1.494.645.

Angka ini masih sedikit lebih tinggi secara tahunan yang menunjukkan. Sebagai catatan, peningkatan pada biaya operasional juga memegang peranan dalam peningkatan ADR.

“Seluruh segmen mengalami penurunan, dengan kelas Bintang 3 mengalami penurunan paling besar, yaitu sebesar 17,4% secara kuartalan. Hasilnya, Tarif Average Daily Rate (ADR) hotel Bintang 3 tercatat sebesar Rp 448.598 per kamar per malam. Sedangkan hotel Bintang 4 dan Bintang 5 mengalami penurunan sebesar 8,8% dan 2,7% secara kuartalan, masing-masing tercatat sebesar Rp653.782 dan Rp2.389.724,” tulis Leads Property.

Leave A Reply

Your email address will not be published.