Habis di Jakarta, Nikita dan Hotman Jadikan Holywings Bali Beach Club Terbesar di Asia

0

ihgma.com – Sebanyak 12 outlet Bar dan Kafe Holywings ditutup Pemprov DKI Jakarta. Para pemilik saham Holywings seperti artis Nikita Mirzani dan pengacara kondang Hotman Paris disinyalir merugi.

Padahal Nikita Mirzani dan Hotman Paris baru berinvestasi di Holywings sejak tahun 2021 lalu, tepatnya pada bukan Mei 2021.

Dihabisi di Jakarta, Holywings ekspansi bisnis di Bali. Tak tanggung-tanggung Holywings Bali diproyeksi akan menjadi beach club terbesar di Asia. Pembukaan Holywings Bali direncanakan bulan depan.

“Super excited for the up coming one of the biggest beach fest club in Asia……. get ready next month for the opening of @holywingsindonesia bali on the 19th,” demikian tulis Nikita Mirzani yang ia unggah di akun Instagram-nya.

Nikita menuliskan, Holywings Bali akan menjadi kelab di pinggir pantai atau beach club terbesar di Asia dan  menandai lokasi pada postingan tersebut di wilayah Berawa, Canggu, Kabupaten Badung, Bali.

Foto unggahan Nikita Mirzani di akun Instagram-nya. Nikita menuliskan, Holywings Bali akan menjadi beach club terbesar di Asia.Instgram Nikita Mirzani
Foto unggahan Nikita Mirzani di akun Instagram-nya. Nikita menuliskan, Holywings Bali akan menjadi beach club terbesar di Asia.Instgram Nikita Mirzani

Sementara itu, Hotman Paris sebelumnya juga mengungkapkan ambisinya membawa Holywings ke Bali.

“Yang jelas sekarang Holywings sudah ada 30 (outlet) dan proyek terbesar nanti di Bali yang akan dibangun beach club terbesar di Asia. Di situ Nikita dan Hotman Paris ikut,” ujar Hotman dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya seperti dilansir Tribun Bali, Jumat 7 Mei 2021.

Holywings bakal melakukan ekspansi bisnis dengan membuka outlet baru di seluruh Indonesia. Di sisi lain, Nikita Mirzani dan Hotman Paris belum memberikan tanggapan atas penutupan 12 outlet Holywings di Jakarta.

Namun, saat mengucurkan dana ke Holywings pada 7 Mei 2021 lalu, Hotman Paris mengaku sampai mencairkan empat depositonya untuk membeli saham di usaha kafe dan bar tersebut.

Meski begitu, ia tidak mau menyebutkan berapa dana yang digelontorkan, namun yang jelas jumlahnya sangat besar. Nikita Mirzani juga enggan merinci kucuran dana yang diberikannya untuk Holywings.

Nikita hanya menyebut mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk investasi ke Holywings. Kepemilikan saham Holywings atas nama Nikita Mirzani dan Hotman Paris juga tidak sampai 50 persen. Namun pihak Holywings tidak mengungkapkan nilai investasi Hotman Paris dan Nikita Mirzani.

Pencabutan izin usaha dilakukan setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta menerima rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pertama yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan dalam peninjauan di lapangan, pihaknya menemukan beberapa pelanggaran yang kemudian menjadi dasar rekomendasi untuk dilakukannya pencabutan izin usaha.

“Pertama, hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan.

Beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi,” papar Andhika.

Sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimililiki oleh operasional usaha bar yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya.

Penelusuran lebih lanjut, Holywings Group juga ternyata melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group di DKI Jakarta.

Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.

“Sedangkan, hasil pengawasan di lapangan, usaha tersebut (Holywings Group) melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301.

Dari tujuh outlet memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221, bahkan ada lima outlet lainnya tidak memiliki surat tersebut,” jelas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Adapun 12 outlet Holywings di Jakarta yang dicabut izin usahanya yakni Holywings yang berada di Kelurahan Tanjung Duren Utara, Holywings Kalideres, Holywings di Kelapa Gading Barat, Tiger, Dragon, Holywings PIK.

Kemudian, Holywings Reserve Senayan, Holywings Epicentrum, Holywings Mega Kuningan, Garison, Holywings Gunawarman, dan Vandetta Gatsu.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.