Garrya Bianti Yogya, Mengedukasi Tamu tentang Kelola Sampah Plastik dan Makanan

0

ihgma.com – Garrya Bianti Yogyakarta adalah contoh nyata dari sebuah hotel yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan sentuhan lokal. Terletak di jantung budaya Jawa, yaitu Yogyakarta, hotel ini tidak hanya menawarkan kenyamanan dan kemewahan, tetapi juga komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kolaborasi dengan Guwo Sari Training Center untuk mengelola limbah makanan dan sampah plastik.

Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dengan mendaur ulang sisa makanan menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Gallery yang menjual 100% produk lokal
Gallery yang menjual 100% produk lokal

Sementara sampah plastik akan didaur ulang menjadi pipa paralon. Dengan mengedukasi staf dan tamu mengenai pentingnya pengelolaan limbah, Garrya Bianti Yogyakarta berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selain itu, hotel ini juga mengambil langkah besar dalam mendukung kesejahteraan hewan dengan menyediakan telur bebas kandang yang dipasok dari peternakan lokal di bawah pengawasan Global Food Partners dan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini tidak hanya mendukung praktik peternakan yang lebih etis, tetapi juga memastikan bahwa tamu hotel mendapatkan produk makanan yang lebih sehat dan berkualitas tinggi.

Chef mengambil kebutuhan dasar dapur seperti kunyi, cabai, sereh, rosemary, dan daun pandan pun juga diambil dari kebun yang dikelola sendiri

Dengan mendukung peternakan lokal, Garrya Bianti Yogyakarta juga berkontribusi pada penguatan ekonomi komunitas setempat. Kebutuhan dasar dapur seperti kunyi, cabai, sereh, rosemary, dan daun pandan pun juga diambil dari kebun yang dikelola sendiri.

Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen hotel untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya, mulai dari dapur hingga meja makan tamu.

Garrya Bianti Yogyakarta juga berupaya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal. Setiap sudut hotel dipenuhi dengan elemen-elemen budaya Jawa yang autentik, mulai dari arsitektur bangunan hingga dekorasi interior seperti dikutip dari berita Kumparan.

Picture 1.Salah satu karya seni pelukis lokal yang dipajang
Picture 1.Salah satu karya seni pelukis lokal yang dipajang

Hal ini memberikan pengalaman yang mendalam dan otentik bagi tamu yang ingin merasakan kekayaan budaya Yogyakarta. Hotel ini juga aktif mendukung seniman dan pengrajin lokal dengan memanfaatkan karya mereka sebagai bagian dari dekorasi dan fasilitas hotel.

Seperti saat ini Garrya Bianti Yogyakarta sedang berkolaborasi dengan 4 pelukis local Jogja, Alditya Rakasiwi, Harman Kunst, Ida Ratnaningrum, dan Soetikno Rahardjo. Pameran dengan tajuk “Nature’s Reading” ini digelar hingga tanggal 6 Agustus 2024. Bentuk komitmen terhadap lokalitas juga ditunjukkan di “Shop” Gallery.

100% produk yang dijual di sana merupakan karya dari pengrajin local Jogja dan sekitar yang telah dikurasi. Dengan demikian, Garrya Bianti Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat menginap yang nyaman dan mewah, tetapi juga sebuah institusi yang berkontribusi pada pelestarian budaya dan lingkungan. Melalui praktik-praktik berkelanjutan yang inovatif dan komitmen terhadap komunitas lokal, Garrya Bianti Yogyakarta menjadi contoh inspiratif bagi industri perhotelan dalam menjaga keseimbangan antara kenyamanan, keberlanjutan, dan budaya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.