Gaet Turis Luxury, Sanggraloka Ubud Gabungkan Kemewahan dengan Kehidupan Pertanian Organik

0

ihgma.com, Gianyar – Persaingan akomodasi hunian pariwisata di Bali, belakangan ini cukup ketat.

Hal tersebut selain dikarenakan jumlah wisatawan yang berminat untuk menginap, di hunian berkelas relatif berkurang akibat kelas wisatawan yang datang mengalami penurunan. Jumlah akomodasi juga menjamur.

Meski demikian, Sanggraloka Ubud, sebuah resor mewah yang terletak di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali tetap optimis dalam bersaing merebut kue pariwisata.

Meski belum dibuka secara 100 persen, resort ini sudah bisa dinikmati wisatawan yang ingin menikmati menginap dengan nuansa alam Bali.

Hotel baru - GM Sanggraloka, I Komang Karyawan menunjukkan salah satu suasana di Sanggraloka Ubud, Rabu 10 Desember 2025.
Hotel baru – GM Sanggraloka, I Komang Karyawan menunjukkan salah satu suasana di Sanggraloka Ubud, Rabu 10 Desember 2025.

Mereka menawarkan pengalaman liburan yang unik, dengan menggabungkan kemewahan, budaya, dan kehidupan pertanian organik.

Resor ini memiliki luas area 3 hektare dan menawarkan berbagai aktivitas dan pengalaman, seperti yoga dan meditasi di paviliun terbuka dengan pemandangan hutan yang indah, kelas memasak Balinese dengan bahan-bahan segar dan organik, serta workshop budaya dan seni tradisional.

Direktur dan Partner Sanggraloka Ubud, I Wayan Lanus alias Mangku, mengatakan bahwa resor ini dibangun di atas tanah non-produktif dengan tetap menjaga kebun dan sawah yang ada.

“Kami ingin menjaga lingkungan dan masyarakat sekitar, serta menyediakan pengalaman liburan yang autentik dan transformatif bagi tamu kami,” ujarnya.

 salah satu type kamar diSanggraloka Ubud foto: booking.com
Salah satu type kamar diSanggraloka Ubud foto: booking.com

Resor ini juga memiliki taman kupu-kupu yang unik, di mana mereka tidak mengandangkan kupu-kupu, melainkan menanam pohon semang yang menjadi tempat ulat mencari makan.

Dengan demikian, Sanggraloka Ubud tidak hanya menawarkan kemewahan, tetapi juga kesempatan untuk mengalami kehidupan pertanian organik dan menjaga lingkungan.

“Sanggraloka Ubud sangat cocok bagi mereka yang mencari pengalaman liburan yang mewah, namun tetap dekat dengan alam dan budaya lokal. Dengan sasaran pasar luxury market dan organik farm, resor ini siap menyambut tamu-tamu yang mencari pengalaman liburan yang unik dan berkesan,” ujarnya seperti dikutip dari berita Tribun Bali.

GM Sanggraloka, I Komang Karyawan mengatakan, pandemi covid-19  telah membawa dampak signifikan pada industri hotel, terutama bagi hotel city yang sangat bergantung pada konferensi dan bisnis. Namun, Ubud (tetangga Payangan) sebagai destinasi liburan (leasure) memiliki kelebihan tersendiri.

Sanggraloka Ubud foto: booking.com
Sanggraloka Ubud foto: booking.com

Meskipun demikian, pasar hotel mewah di Ubud juga memiliki tantangan tersendiri. Semakin tinggi harga, semakin kecil porsi pasar yang dapat dijangkau. Hanya beberapa hotel yang dapat menawarkan layanan mewah yang sesuai dengan standar tamu-tamu mewah.

Dia menegaskan bahwa salah satu hotel yang telah berhasil menawarkan layanan mewah adalah Sanggraloka Ubud. Dengan mengantisipasi setiap kebutuhan tamu, hotel ini dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi tamu-tamunya. “Semua kebutuhan tamu kita sudah antisipasi. Membutuhkan ini sudah diantisipasi, baru duduk, noleh kiri kanan, kita samperin, tidak perlu tamunya memanggil,” ujarnya.

Saat ini, Sanggraloka belum mencapai okupansi penuh, namun telah memiliki beberapa grup yang telah memesan kamar untuk tahun depan. “Target tahun pertama adalah mencapai okupansi sekitar 65 persen. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan layanan yang berkualitas, Sanggraloka Ubud optimis dapat mencapai target dan menjadi salah satu destinasi liburan mewah teratas,” ujarnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.