Fenomena ‘Hotel Hopping’ Menjamur

0

ihgma.com, Cirebon – Tren perjalanan baru yang dikenal sebagai “Hotel Hopping” atau berpindah-pindah hotel dalam satu destinasi wisata yang sama, kini menjadi gaya liburan favorit yang dominan di kalangan generasi Milenial dan Gen Z. Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda akan pengalaman yang beragam dan maksimal.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengutamakan kenyamanan menginap di satu tempat, para wisatawan muda ini rela melakukan check-in dan check-out berulang kali demi mencoba dua atau lebih properti dalam satu kali perjalanan, baik itu di kota, pulau, atau saat menghadiri festival. Motivasi utama di balik tren “hotel hopping” adalah keinginan yang kuat untuk menjelajahi lingkungan berbeda dalam waktu singkat.

Mengutip RRi dari data yang dikumpulkan oleh perusahaan perjalanan global, sekitar 50% wisatawan yang melakukan tren ini termotivasi untuk merasakan suasana dan filosofi desain yang kontras. Misalnya, mereka menggabungkan pengalaman menginap mewah di pusat kota dengan boutique hotel yang unik di kawasan hipster, atau bahkan mencoba hostel berkonsep.

Kombinasi ini memungkinkan mereka mendapatkan “paket lengkap” dari sebuah destinasi, mulai dari suasana kota yang ramai hingga ketenangan pinggiran. Tak dapat dipungkiri, dorongan untuk menciptakan konten yang menarik dan shareable di media sosial menjadi faktor kunci bagi Gen Z dan Milenial.

Setiap hotel yang dikunjungi menawarkan latar belakang, estetika, dan cerita yang berbeda, yang semuanya sangat berharga sebagai “modal sosial” di platform seperti Instagram dan TikTok. Wisatawan masa kini melihat perjalanan sebagai perpanjangan dari identitas diri, di mana pengalaman yang unik dan berbeda dapat dipamerkan.

Oleh karena itu, hotel hopping adalah cara yang efisien untuk mengumpulkan beragam footage dalam satu perjalanan. Tren ini memberikan tantangan sekaligus peluang besar bagi industri perhotelan.

Hotel-hotel kini dituntut untuk tidak hanya menawarkan kamar yang nyaman, tetapi juga pengalaman yang dikurasi, desain yang Instagrammable, dan amenities yang khas. Di sisi lain, beberapa wisatawan juga memanfaatkan tren ini untuk mengoptimalkan penawaran dan diskon yang tersedia.

Meskipun hotel hopping menawarkan keuntungan seperti kesempatan mengumpulkan poin loyalitas dari grup hotel yang berbeda, konsekuensinya adalah siklus packing dan unpacking yang sering, yang menjadi pertimbangan bagi para pelancong. Secara keseluruhan, fenomena hotel hopping menandai pergeseran besar dalam perilaku konsumen perjalanan, di mana nilai ditempatkan pada pengalaman, eksplorasi, dan personalisasi.

Para ahli memprediksi bahwa gaya perjalanan padu-padan ini akan semakin umum seiring wisatawan muda terus mencari cara untuk memaksimalkan setiap liburan mereka. Generasi Milenial dan Gen Z telah berhasil mendefinisikan ulang apa artinya “berlibur,” menjadikannya lebih tentang petualangan yang beragam daripada sekadar kenyamanan di satu lokasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.