Dukung Wisata Berkelanjutan, Bali Gunakan Robot Pembersih Pantai Seharga Rp 1 M
ihgma.com – Bagi wisatawan, Bali identik dengan pantai berpasir putih, ombak menawan, dan pemandangan tropis eksotis. Namun, realitas di sejumlah pantai seperti Kuta, Seminyak, Legian, hingga Jimbaran, kerap berbeda saat musim angin barat datang.
Dari Oktober hingga Maret, pantai-pantai itu dibanjiri plastik dan sampah laut yang terbawa arus, sehingga mengganggu pengalaman berlibur wisatawan.
Menjawab tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Badung bersama pihak swasta memperkenalkan BeBot Smart Beach Cleaning Robot di FINNS Beach Club, Canggu. Robot bertenaga surya tersebut telah beroperasi selama tiga bulan, membersihkan bentangan pantai sepanjang 180 meter di kawasan Berawa dan Perancak.
Menariknya, robot ini memiliki harga sekitar 65 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1 miliar.

“Robot ini bisa menjadi referensi untuk kita kembangkan. Harapannya, setiap desa adat di kawasan pesisir nantinya memiliki alat seperti ini,” ujar Wakil Bupati Badung, Alit Sucipta seperti dilansir Kumparan dari New York Post.
Menurut pihak pengelola pantai, kehadiran robot telah berdampak nyata. PT Pantai Semara Nusantara menyebut volume sampah yang masuk ke TPA turun signifikan, dari 80 persen menjadi hanya 20 persen. Targetnya, pada 2025, hanya 5 persen sampah yang berakhir di TPA.
Kebersihan Sebagai Daya Tarik Wisata
Kebijakan ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Bali yang resmi menutup TPA Suwung, salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di pulau itu. Sejumlah LSM lingkungan seperti Mudfish No Plastic dan Sungai Watch juga aktif melakukan aksi bersih-bersih serta membangun sistem daur ulang untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Bagi dunia pariwisata Bali, langkah ini sangat krusial. Kebersihan pantai tak hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Wisatawan mancanegara yang datang mencari pantai eksotis tentu berharap menemukan hamparan pasir bersih, bebas dari plastik dan sampah.
Dengan kombinasi teknologi modern, dukungan pemerintah, dan keterlibatan masyarakat, Bali menunjukkan komitmennya menjaga keberlanjutan pariwisata sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.
“Pariwisata Bali bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga bagaimana kita merawatnya agar tetap menjadi surga dunia,” ujar Alit Sucipta.