Cara Yogya Genjot 11 Juta Kunjungan Wisata pada Akhir Tahun
ihgma.com – DINAS Pariwisata Kota Yogyakarta menargetkan kunjungan wisata di daerah itu bisa tercapai hingga 11 juta orang pada akhir tahun 2025. Hingga pertengahan November 2025 ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta diklaim sudah mencapai 8,5 juta orang berdasarkan catatan perjalanan hingga tingkat keterisian kamar perhotelan.
“Kami optimis kunjungan wisatawan masih bisa terkerek hingga 11 juta orang sampai akhir tahun nanti,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, seperti dikutip dari berita Tempo pada Kamis 13 November 2025.
Meski kebijakan efisiensi anggaran turut menekan penyelenggaraan event saat ini, namun ada cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawna. Salah satunya dengan memperbanyak ruang pertemuan antara buyer potensial dari dalam dan luar Jawa dengan para pelaku usaha (seller) dari berbagai sektor pariwisata di Kota Yogyakarta.
Seperti November ini, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta telah menginisiasi pertemuan para pembeli paket wisata dan pelaku usaha wisata itu setidaknya dua kali. Yakni melalui Travel Fair Tourism Exhibition 2025 dan terbaru Jogjavaganza 2025.
Dalam forum ini pelaku usaha wisata seperti hotel, biro perjalanan, destinasi wisata, restoran, hingga pusat oleh-oleh dipertemukan. Forum seperti Jogjavaganza 2025 sendiri melibatkan 30 buyer dan 60 seller usaha wisata.
“Jadi kami berharap momentum libur panjang dan berbagai event yang diselenggarakan di bulan November–Desember bisa mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, seperti event Downhill Challenge dan Festival Game Yogyakarta,” ungkapnya.
Salah satu buyer dari kalangan agen perjalanan Bandung, Jawa Barat, Novianti mengungkapkan Kota Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit bagi wisatawan asal Jawa Barat. “Banyak klien kami yang ingin kembali ke Yogya setiap tahun, karena pilihan aktivitas wisatanya banyak,” katanya
Menurut Novianti, Malioboro tetap menjadi tujuan utama wisatawan. Ini karena lokasi yang semakin tertata dan suasananya yang nyaman. “Malioboro jadi favorit karena membuat orang bisa jalan kaki, belanja, dan menikmati suasana kota. Hotel-hotel di sekitar situ juga banyak yang cocok untuk meeting atau family trip,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menuturkan, pelaku usaha wisata perlu membuat inovasi di tengah situasi efisiensi anggaran. Misalnya dengan mengemas paket wisata dengan cara yang menarik dan tetap memperhatikan kualitasnya.
“Sebagai Kota Budaya Yogya sudah memiliki kekayaan budaya, kuliner, dan destinasi khas, ini bisa dikemas dan diolah menjadi paket wisata menarik dengan ciri khas masing-masing,” kata dia.