Banyak Turis RI ke Thailand, Ada Hubungannya dengan Legalisasi Ganja?

0

ihgma.com, Jakarta – Thailand mulai 9 Juni lalu melegalkan ganja untuk ditanam dan dikonsumsi. Apakah ini ada kaitannya dengan jumlah turis Indonesia yang tiba-tiba melonjak ke sana?

Apakah turis Indonesia berbondong-bondong ke Thailand karena ingin mencicipi ganja?

Saat ditanya soal hal ini, TAT Deputy Governor for International Marketing – Asia and South Pacific, Tanes Petsuwan, tidak menjawab secara lugas apakah hal ini ada kaitannya, namun yang pasti dia hanya menjelaskan kalau kunjungan turis Indonesia ke Thailand terjadi setelah Thailand membuka pintunya untuk wisata.

“Jumlah turis Indonesia sudah mencapai 80 ribu, ini reboundnya cepat sekali dan di luar perkiraan kami,” ujarnya.

Salah satu spot favorit untuk mencoba ganja di Bangkok, Thailand. REUTERS/Athit Perawongmetha Foto: REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA
Salah satu spot favorit untuk mencoba ganja di Bangkok, Thailand. REUTERS/Athit Perawongmetha Foto: REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA

Di Thailand, traveler bisa menemukan aneka makanan yang dicampur dengan ganja. Anda bisa menemukan permen, jellybean, sampai mie atau sup ganja. Bahkan teh boba saja pakai ganja.

“Saya tidak menyarankan turis Indonesia untuk membeli produk ganja di Thailand dan kemudian membawa ke Indonesia, jangan lakukan itu karena masih ilegal di Indonesia. Anda bisa mendapat masalah saat di airport,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Thailand, lanjut Tanes, menetapkan ganja sebagai herbal alami. Banyak tempat di Thailand yang memproduksi kue ganja, mie dan lain-lain. Banyak produsen yang menggunakan bahan ganja untuk meningkatkan penjualan produknya.

“Dan anda bisa mencoba itu karena legal, tapi ingat efeknya berbeda-beda pada setiap orang, saya sendiri kurang cocok dengan ganja, bikin kepala pusing, saya pernah mencoba,” ujarnya sambil tertawa.

Namun Thailand tidak memperbolehkan orang merokok ganja di ruang umum, ada denda yang cukup besar menanti para pelanggan. Jika terbukti menggunakan ganja untuk merokok di area publik, ada ancaman sanksi yang diatur dalam Undang-undang Kesehatan Masyarakat. Yakni, tiga bulan penjara dan denda sekitar Rp 11,6 juta.

“Saat pemerintah mengumumkan kebijakan ini, banyak anak muda yang merokok di jalanan, itu nggak bagus. Mereka pikir legal, terutama di daerah pedesaan ya kurang dapat informasi. Yang pasti anda dilarang merokok ganja di jalanan,” ujarnya.

Pemerintah Thailand pun kemudian mengeluarkan peraturan soal batasan konsumsi ganja. Di antaranya, larangan merokok ganja di depan umum dan di bawah umur 20 tahun tidak boleh mengonsumsi ganja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.