Avtur Mahal, Harga Tiket Ke Eropa Naik Tajam

0

ihgma.com, Jakarta – Harga tiket pesawat ke luar negeri juga mengalami lonjakan tinggi, terutama untuk tujuan favorit seperti negara-negara di Eropa. Hal ini merupakan imbas dari mahalnya harga avtur yang menjadi bahan bakar pesawat.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di platform Traveloka, harga tiket ke Inggris termurah hari ini (25/5/2022) sudah mencapai Rp 15,1 juta untuk maskapai Japan Airlines dengan dua kali transit. Sementara, untuk pelancong yang ingin terbang menggunakan Qatar Airways ke Negeri Ratu Elizabeth, harganya mencapai Rp 58 juta sekali jalan dengan satu kali transit.

Padahal sebelum pandemi harga tiket ke Inggris sekali jalan hanya berkisar Rp 8-20 juta, tergantung tanggal dan jenis maskapai.

Begitu juga dengan penerbangan menuju Amsterdam, yang biasanya sekitar Rp 8 – 13 jutaan, mulai mengalami peningkatan. Seperti Garuda Indonesia yang menjual tiketnya dengan harga Rp 16 juta dengan penerbangan langsung. Tiket ke Amsterdam dengan Emirates dijual seharga Rp 20,1 juta dengan satu kali transit, sementara Turkish Airlines Rp 22,3 juta juga satu kali transit.

Foto: Amsterdam Airport Schiphol (REUTERS/Yves Herman)
Foto: Amsterdam Airport Schiphol (REUTERS/Yves Herman)

Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno, kenaikan harga tiket ini disebabkan peningkatan harga bahan bakar, frekuensi penerbangan yang belum normal, hingga kekurangan staf.

“Untuk tujuan perjalanan ke Eropa sebelum pandemi bisa mencapai Rp 9 – 11 juta, saat ini sudah mencapai Rp 12 – 16 juta untuk sekali jalan,” katanya kemarin seperti dilansir CNBC Indonesia pada Selasa (24/5/2022).

Padahal menurut dia minat penerbangan saat ini sudah cukup tinggi, terlebih dengan banyak acara di dalam maupun luar negeri yang sudah mulai offline.

Selain karena avtur yang mahal, lonjakan harga tiket pesawat juga ikut disumbang masalah frekuensi penerbangan yang belum normal sehingga ada permintaan yang tidak terakomodir.

“Dari kantor saya sendiri Elok Tour, kami ada lonjakan permintaan untuk ke destinasi tertentu & tidak bisa terakomodir sehingga harus transit cukup lama,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.