Airbnb Klaim Sumbang Rp 35 Triliun dan 200 Ribu Lapangan Kerja untuk RI

0

ihgma.com – Airbnb menyumbang lebih dari Rp 35 triliun ke perekonomian Indonesia pada 2024, setara dengan 3,1 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) pariwisata. Riset terbaru Oxford Economics yang diinisiasi Airbnb juga mencatat aktivitas ini mendukung lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan menyumbang Rp 7,8 triliun dalam bentuk upah.

Airbnb mendorong revolusi pariwisata Indonesia dengan memperluas akses ke peluang pariwisata. Melalui penginapan unik di lokasi-lokasi yang jarang dikunjungi, platform ini menginspirasi wisatawan untuk berjelajah ke luar destinasi wisata populer.

“Dengan cara ini, Airbnb telah membantu menyalurkan pengeluaran pariwisata ke komunitas lokal, mendukung usaha kecil, menopang mata pencaharian, dan mendorong nilai ekonomi di berbagai industri,” kata James Lambert, Direktur Konsultasi Ekonomi Asia untuk Oxford Economics, dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip dari berita Tempo pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Laporan mencatat, 65 persen tamu Airbnb sepanjang 2024 berasal dari luar negeri, dengan mayoritas dari Australia, Prancis, dan Amerika Serikat. Sisanya, 35 persen, adalah wisatawan domestik. Secara keseluruhan, pengeluaran tamu Airbnb di Indonesia mencapai Rp 30 triliun. Dari jumlah itu, Rp 35 ribu dari setiap Rp 100 ribu dihabiskan untuk restoran, Rp 23 ribu untuk belanja, Rp 19 ribu untuk transportasi, Rp 13 ribu untuk seni dan hiburan, serta Rp 10 ribu untuk kebutuhan sehari-hari.

Kontribusi Airbnb juga merata hingga ke luar kota besar. Lebih dari 25 persen pengeluaran akomodasi pada 2024 terjadi di destinasi non-urban, naik dari 19 persen pada 2019. Data ini menegaskan adanya pergeseran minat wisatawan untuk mengeksplorasi wilayah yang lebih luas.

Sumbangan Airbnb terhadap ekonomi nasional tak hanya dari sektor pariwisata. Riset Oxford Economics mencatat aktivitas Airbnb turut menyuntikkan Rp 6,9 triliun ke transportasi dan logistik, Rp 5,8 triliun ke real estat, Rp 5,8 triliun ke manufaktur, Rp 3,8 triliun ke perdagangan grosir dan eceran, serta Rp 3,8 triliun ke pertanian.

Secara teritorial, Bali menjadi penyumbang terbesar, dengan Rp 17,5 triliun kontribusi ke PDB, 112.900 lapangan kerja, dan Rp 3,8 triliun upah. Wilayah lain juga mencatat kontribusi Rp17,8 triliun, 91.200 lapangan kerja, dan Rp 4 triliun dalam bentuk upah. Meski hanya menyerap 30 persen dari total pengeluaran Airbnb, kontribusi kawasan di luar Bali mencapai 51 persen dari keseluruhan dampak PDB Airbnb.

“Kami sangat senang melihat pemulihan pariwisata Indonesia mendapatkan momentum nyata, dengan Airbnb mendatangkan tamu dari berbagai negara di seluruh dunia. Sebagian besar penginapan Airbnb yang berlokasi di luar kota-kota besar membantu menyebarkan manfaat ekonomi ke komunitas yang lebih kecil di Indonesia. Sungguh luar biasa melihat bagaimana Airbnb mendukung pertumbuhan bisnis lokal, menciptakan lapangan kerja, dan menyebarkan manfaat ekonomi secara merata di Indonesia,” kata Amanpreet Bajaj, Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India.

Dengan pergeseran minat wisatawan ke destinasi non-urban dan kontribusi yang merata ke berbagai sektor, riset ini menunjukkan Airbnb bukan hanya platform akomodasi, melainkan juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal di Indonesia.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.