Abu Dhabi Jadikan Olahraga, Budaya, dan MICE sebagai Senjata Utama Pariwisata
ihgma.com – Ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, akan menjadikan olahraga, budaya, dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences & Events) sebagai dorongan pariwisata mereka tahun ini.
Hal ini dilakukan dengan pembukaan kembali ekonomi pariwisata global. Abu Dhabi ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat budaya terbaik dunia.
Rangkaian atraksi budayanya, termasuk Distrik Budaya Saadiyat yang berkembang, dengan tambahan baru termasuk Guggenheim Abu Dhabi, Museum Nasional Zayed, dan Rumah Keluarga Abraham yang akan bergabung dengan atraksi-atraksi lain yang terkenal seperti Louvre Abu Dhabi dan Manarat Al Saadiyat.
Abu Dhabi juga merupakan rumah bagi situs arkeologi kuno Situs Budaya Al Ain yang ditunjuk UNESCO sebagai situs warisan dunia. Peninggalan-peninggalan bersejarah di dalam situs ini berasal dari periode Neolitik dengan sisa-sisa banyak budaya prasejarah, termasuk makam batu melingkar, sumur, dan berbagai bangunan tempat tinggal.

Di sisi pariwisata olahraga, Abu Dhabi akan menjadi tuan rumah Asosiasi Bola Basket Nasional (NBA) untuk pertama kalinya di kota tersebut pada bulan Oktober 2022 mendatang. Ultimate Fighting Championship (UFC) juga akan kembali ke Etihad Arena, ditambah dengan F1 Grand Prix yang diadakan pada bulan November 2022 mendatang.
Sektor MICE juga tetap menjadi yang terdepan dalam penggerak pariwisata Abu Dhabi dengan sejumlah acara bisnis dan konferensi. Etihad Airways dari Abu Dhabi terpilih sebagai ‘Maskapai MICE Terbaik Dunia 2021’ oleh para pemilih Penghargaan MICE Dunia.
Abu Dhabi sendiri mempelopori upaya untuk memanfaatkan potensi industri budaya dan pariwisatanya untuk menarik lebih banyak pengunjung MICE dari China.
Duta Besar UEA untuk China, Yang Mulia Ali Obaid Al Dhaheri, memperkenalkan kekuatan ibu kotanya kepada pengunjung MICE selama acara promosi Beijing beberapa hari yang lalu.
Dia meyakinkan pengunjung bahwa Abu Dhabi adalah tujuan ideal untuk keramahan Arab-nya yang terkenal, pembatasan terkait pandemi yang wajar, infrastruktur MICE kelas dunia, beragam penawaran, akses bebas visa, dan penerbangan langsung untuk wisatawan dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Wakil Sekretaris Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk Abu Dhabi, Yang Mulia Saood Abdulaziz Al Hosani, mengatakan dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung, maka Abu Dhabi akan memiliki kalender acara, pembukaan, dan inisiatif yang sangat menarik yang direncanakan untuk mewujudkan janji tahun yang sibuk bagi pariwisata Abu Dhabi.
“Abu Dhabi ingin memanfaatkan pertumbuhannya, dan berkomitmen untuk memposisikan dirinya sebagai pusat keunggulan dan inovasi, dan pengembangan ekonomi industri kreatif baru,” kata Al Hosani, seperti yang dikutip dari Arabian Business.
Tonggak terbaru dalam upaya UEA untuk memperluas seluruh CCI adalah peluncuran Otoritas Media Kreatif pada bulan Januari lalu. Mereka memiliki tujuan untuk menciptakan sinergi antara sektor kreatif multimedia yang memungkinkan sektor swasta menciptakan peluang untuk berinvestasi dan mengembangkan karier di sektor pariwisata.
Fokus utamanya adalah memelihara dan menarik talenta muda, dengan tujuan melipatgandakan lapangan pekerjaan di sektor media dan hiburan menjadi 16 ribu.