Hotel dan Sewa Kendaraan Penuh selama Festival Pacu Jalur Riau

0

ihgma.com – FESTIVAL Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, yang berlangsung 20-24 Agustus 2024 lebih ramai dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Wisatawan berdatangan untuk menyaksikan langsung lomba perahu tradisional itu setelah tren aura farming viral di media sosial.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Agen Travel atau Astindo Riau Harpina Diansari mengatakan bahwa wisatawan banyak berdatangan dari dalam dan luar negeri ke Kuansing pada momen ini. Dari pengamatannya, peningkatkan jumlah pengunjung diperkirakan hampir 100 persen atau dua kali lipat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya tanyakan ke semua anggota-anggota (Astindo), semuanya pada sibuk ngurusin job, luar biasa sekali, sampai dua kali lipat,” kata dia saat ditemui dalam acara makan malam bersama dengan Melly Mike di Jajaghu Restaurant House of Tugu, Jakarta, seperti dilansir dari Tempo pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Ia juga mengatakan sewa kendaraan dan hotel-hotel di Kuansing tidak bisa menampung semua wisatawan karena kabupaten ini tidak memiliki banyak hotel, apalagi hotel bintang seperti di kota-kota besar. Sebab, pariwisata di kabupaten ini belum banyak, hanya ramai dikunjungi wisatawan ketika Festival Pacu Jalur.  Akibatnya, Anggota Astindo pun kebingungan mencari penginapan untuk tamu.

Ilustrasi lomba pacu jalur di Kuansing, Riau.Antara
Ilustrasi lomba pacu jalur di Kuansing, Riau.Antara

Sebagai alternatif, ia menawarkan tamunya menginap di Pekanbaru, lalu berangkat pagi-pagi sekali ke Kuansing untuk nonton Pacu Jalur, lalu kembali di sore hari. Perjalanan dari Pekanbaru ke Kuansing makan waktu empat sampai dengan lima jam menggunakan kendaraan sewa. “Mereka tidak keberatan, yang penting bisa nonton Pacu Jalur,” katanya. 

Wisatawan Malaysia dan Singapura

Harpina belum memiliki data wisatawan yang paling banyak berencana datang ke Kuansing selama Pacu Jalur. Namun, ia mengatakan bahwa selama ini wisatawan paling banyak berasal dari Malaysia dan Singapura. Kedua negara tersebut memiliki penerbangan langsung ke Pekanbaru. Dari Kuala Lumpur saja, penerbangan langsung dalam sehari bisa empat sampai dengan lima kali dengan durasi kurang dari dua jam.

Selain karena jarak yang dekat, Harpina mengatakan bahwa tingginya minat wisatawan Malaysia dan Singapura karena kesamaan sejarah. “Secara historis, beberapa negara Melayu itu ada hubungannya dengan Kesultanan Siak Sri Indrapura,” kata dia.

Ia berharap Pacu Jalur tahun ini membawa perbaikan untuk pariwisata di Kuansing. Viralnya tradisi ini lewat aura farming membuat ada pembangunan di daerah itu. Jalan-jalan yang sebelumnya buruk, diperbaiki. Ada juga pembangunan hotel-hotel baru. “Mudah-mudahan ini bertahan seterusnya,” kata dia. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.