Konflik Thailand-Kamboja, Pariwisata Bali Berpeluang Tumbuh 10 Persen

0

ihgma.com, Denpasar : Ketegangan yang terjadi antara Thailand dan Kamboja tidak hanya menjadi sorotan di tingkat regional, tetapi juga memberikan dampak terhadap kunjungan wisata dunia. Situasi yang kurang kondusif di dua negara Asia Tenggara tersebut membuat sejumlah wisatawan mancanegara mulai mencari alternatif destinasi liburan yang lebih aman dan nyaman. Bali pun dinilai menjadi salah satu pilihan utama.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya kepada RRI di Denpasar, Selasa (29/7/25) menyatakan, konflik di kawasan tersebut berpotensi membawa dampak positif bagi pariwisata Pulau Dewata. Ia memperkirakan akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali hingga 10 persen, menyusul perubahan arah kunjungan yang sebelumnya direncanakan ke Thailand.

“Ada dampak positifnya. Beberapa wisatawan yang tadinya berencana ke Thailand kini mengalihkan tujuan ke Bali. Saya perkirakan akan ada pertumbuhan kunjungan sekitar 10 persen, dengan tingkat hunian hotel bisa mencapai 75 hingga 80 persen,” ujar Suryawijaya seperti dikutip dari RRI.

Menurut Suryawijaya, wisatawan cenderung memilih destinasi yang memenuhi tiga hal utama, yakni keamanan, kenyamanan, dan kebersihan. Bali dianggap mampu menjawab ketiga kebutuhan tersebut, sehingga menjadi destinasi alternatif yang menarik. Lebih lanjut, ia mengimbau wisatawan yang datang ke Bali agar tetap menghormati aturan dan budaya lokal.

“Wisatawan memilih Bali karena situasinya relatif aman dan kondusif. Prinsipnya, mereka mencari keamanan, kenyamanan, dan kebersihan agar bisa menikmati liburan dengan tenang,” pungkasnya.

Lebih lanjut Suryawijaya turut menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang terjadi. Ia berharap situasi di Thailand dan Kamboja segera membaik demi keamanan, stabilitas regional, dan kelancaran sektor pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.