Gandeng Singapore Airlines, Tourism Australia Promosikan Business Event
ihgma.com – Pandemi COVID-19 yang sudah mereda membuat berbagai negara kembali membuka perbatasan mereka, tak terkecuali Australia dan Singapura. Untuk terus memulihkan pariwisata dan membangkitkan minat traveler untuk bepergian kembali, Tourism Australia dan Singapore Airlines (SIA) menandatangani perjanjian pemasaran selama tiga tahun.
Dikutip Kumparan dari keterangan resmi yang diterima kumparan, perjanjian ini bertujuan untuk mempromosikan perjalanan business event ke Australia. Nantinya, berdasarkan Nota Kesepahaman (MOU), Tourism Australia dan Singapore Airlines akan bersama-sama mengadakan berbagai kegiatan pemasaran, serta promosi di Asia dan Inggris.
Selama ini, Australia juga dikenal sebagai tujuan business event kelas dunia, dengan berbagai venue yang telah memenangkan penghargaan. Serta menawarkan pengalaman unik, dengan lanskapnya yang ikonik dan beragam.
“Singapore Airlines adalah salah satu mitra maskapai penerbangan terlama kami dan saya senang bekerja sama kembali untuk mempromosikan keunikan Australia untuk business event. Business event sangat berharga bagi ekonomi pengunjung negara Australia dan kemitraan strategis seperti ini membantu mengamankan bisnis masa depan bagi Australia,” ujar Executive General Manager of Eastern Markets and Aviation Tourism Australia, Andrew Hogg.
Hal senada juga diungkapkan oleh Senior Vice President Marketing Planning Singapore Airlines, JoAnn Tan. Menurutnya, Australia selalu menjadi tujuan yang menarik dan populer bagi wisatawan rekreasi dan bisnis.
“Singapore Airlines tetap berkomitmen kuat untuk menjaga, agar Australia tetap terhubung dengan dunia. Dengan 111 layanan mingguan kami antara Singapura dan tujuh titik di Australia, kami senang dapat mendukung upaya dalam mempromosikan perjalanan business event ke Australia,” kata Tan.
Sementara itu, sebelum pandemi melanda dunia, business event menyumbang kedatangan wisatawan ke Australia hingga 1,04 juta orang, dengan estimasi pengeluaran tahunan sebesar 4,6 miliar dolar Amerika Serikat hingga 31 Desember 2019.