97 Persen Guide China Dari Luar Bali, HPI Usulkan Kursus Bahasa Mandarin Bagi Pramuwisata Bali

0

ihgma.com, Denpasar – Siapa sangka, dari 1.200 guide ( pramuwisata) ber bahasa Mandarin yang bekerja di Bali, nyatanya hampir sebagian besar berasal dari luar Bali.

Hal ini diutarakan I Nyoman Nuarta, Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Bali kepada Tribun Bali. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Bali memberikan dampak terhadap dunia pariwisata.

Akibatnya, guide bahasa Mandarin di Bali pun, meninggalkan Bali untuk mencari pekerjaan baru agar bisa bertahan hidup. Sementara ini, kata dia, hanya tersisa 200 orang pramuwisata yang dilihat oleh HPI siap bekerja dalam jangka pendek.

“Hampir 97 persen dari 1200 guide bahasa Mandarin itu datang dari luar Bali. Waktu Covid-19, mereka kembali ke kampung halaman, ke pekerjaan awal di pabrik, dan lain-lain,” kata I Nyoman Nuarta sseperti dilansir Tribun Bali pada Rabu, 22 Februari 2023.

Tidak tinggal diam, diinternalisasi HPI dan diupayakan oleh Gubernur Bali, HPI mencari solusi terkait ketersediaan SDM (guide).

Sejumlah wisatawan melihat patung nelayan setibanya mereka dari berwisata dengan kapal laut di dermaga Serangan, Denpasar. - Antara
Sejumlah wisatawan melihat patung nelayan setibanya mereka dari berwisata dengan kapal laut di dermaga Serangan, Denpasar. – Antara

Gubernur Bali pun telah mendorong Kepala Dinas Pariwisata Bali, agar memberikan  kursus bahasa  Mandarin kepada masyarakat umum.

Kursus ini diberikan kepada masyarakat Bali yang berminat menjadi pramuwisata wisatawan, dari China atau Tiongkok, dan mau bekerja sesuai aturan yang ada di Bali.

“Bukan bermaksud untuk mendiskriminasi, karena jelas kita ini adalah negara NKRI, tetapi kadangkala kita perlu agar kekurangan ini tidak terus terjadi,” kata Nyoman Nuarta.

Nyoman Nuarta memaparkan saat ini masih sedikit orang Bali yang menjadi guide bahasa Mandarin. Namun,  dari bulan ke bulan selalu terjadi penambahan walaupun tidak sebesar yang ditargetkan.

Secara penghasilan, guide bahasa Mandarin jelas memiliki penghasilan yang lebih besar namun  Nyoman Nuarta mengakui bahasa Mandarin cukup sulit dipelajari.

Walaupun demikian, Nyoman Nuarta yakin semua yang berminat bisa melewati proses dan ia melihat ketertarikan terhadap bahasa Mandarin mulai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di samping itu, HPI juga menjalin kerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan lembaga kursus untuk meningkatkan dukungan pendidikan bahasa Mandarin.

“Dengan segala cara kami berusaha untuk menjalin kerja sama bersama Kadispar, Dinas Ketenagakerjaan, dan LPK.

HPI sudah bertemu dengan calon pengajar dari orang China, yang sudah lama di Tiongkok yang memiliki metode untuk belajar bahasa Mandarin dalam perspektif kepemanduan,” tambahnya. Secara lapangan,  HPI sudah mempersiapkan pramuwisata untuk para tamu China yang sekarang ini memang belum banyak.

Pemantauan peningkatan tamu by time sudah dilakukan sehingga mereka waspada apabila terjadi ledakan wisatawan. Mereka pun telah menyiapkan sitting guide untuk mengantisipasi kekurangan guide.

Sitting guide sendiri adalah guide yang berlisensi berbahasa Inggris dan ditugaskan untuk mendampingi tour leader yang berasal dari China.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.