4.000 Lebih Turis Australia Datang Meski Senatornya Hina Bali karena Kotoran Sapi
ihgma.com – Bali masih destinasi favorit turis Australia. Wisman Australia dinilai lebih tahu tentang Bali dari senatornya. Pernyataan Senator Australia Pauline Hanson yang bilang banyak sapi berkeliaran di Bali menuai kontroversi.
Kata Pauline, sapi yang berkeliaran membuat jalan di Bali banyak kotoran sehingga rawan menyebarkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat turis pulang ke negara asalnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, meski Senator Australia hina Bali, namun Bali masih menjadi primadona wisman Australia.
“Kalau menurut saya, tidak memengaruhi adanya kabar yang menjelekkan Bali terkait penyebaran virus PMK. Bahkan kini jumlah kunjungan mencapai 9.200 per hari,” katanya seperti dilansur Tribun Bali pada Jumat 7 Agustus 2022.
Meski Senator Australia hina Bali, kunjungan turis Australia tak surut ke Bali. Sampai saat ini tercatat ada sebanyak 9.200 wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Dari 9.000 lebih wisman yang datang ke Bali, sebanyak 4.000 di antaranya berasal dari Australia. Kata Suryawijaya, Bali sedang gencarnya melakukan vaksinasi PMK.
“Semua sapi diikat, dan dikandangi. Kok bisa senator berbicara tanpa fakta dan melihat langsung,” ucapnya. “Jangankan PMK, terkait Covid-19 saya berani jamin sasaran kita sudah melampaui target di Indonesia.Termasuk juga PMK pemerintah juga gencar melaksanakan vaksinasi untuk menekan kasus,” jelasnya.
Kata dia, banyak wisatawan Australia yang sudah banyak meneganal Bali. Suryawijaya mengatakan, Bali aman untuk di kunjungi termasuk juga terkait makanan dari olahan daging babi dan sapi.
“Kalau masalah makanan, kita pastikan aman di Bali. Jadi wisatawan tidak pelu khawatir akan semua informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut,” ucapnya.
“Saya rasa, Menteri Pariwisata juga sudah tegas. Termasuk bapak Wakil Gubernur. Namun yang saya tegaskan memang perlu adanya klarifikasi akan informasi itu,” jelasnya.
“Saya tidak tahu pasti apa tujuan senator Australia mengucapkan hal itu. Tapi masyarakatnya sudah jeli. Kecuali perdana menterinya ngomong, beda lagi masalahnya,” sambung Suryawijaya.
Gimik Politik
Gubernur Bali I Wayan Koster geram terkait pernyataan Senator Australia Pauline Hanson soal kotoran sapi di Bali. Koster meminta Pauline Hanson menunjukkan di mana sih lokasi di Bali yang penuh dengan kotoran sapi tersebut.
“Saya minta tunjukkan di mana lokasi penuh kotoran dan sampah. Kalo di musim hujan, ada sampah kiriman dari luar Bali ke Pantai Kuta. Saya mempertanyakan pernyataan Senator itu,” kata Koster, Minggu 7 Agustus 2022.
Pelaku pariwisata di Bali juga tak mau memusingkan pernyataan Senator Australia Pauline Hanson.
Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana menilai, pernyataan Pauline Hanson hanya gimik politik.
“Kita tidak khawatir karena Pemerintah Australia telah melakukan berbagai cara untuk melakukan antisipasi wabah PMK. Ya biasalah ya namanya juga politisi mungkin mau menaikan popularitas dengan cara begitu,” jelasnya.
Kata dia, industri pariwisata di Bali tidak terlalu khawatir akan hal tersebut.
Ia mengaku baru saja bertemu dengan Konsulat Australia di Bali. Pada pertemuan itu, Pemerintah Australia tidak mempermasalahkan pernyataan senator tersebut.