Sandiaga Ungkap Tren Traveling di 2023: Healing yang Tak Bikin Kantong Kering
ihgma.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, memprediksi tren traveling yang kemungkinan akan diminati pada 2023 mendatang. Menurutnya, wisata healing atau yang jadi bagian dari wellness tourism (wisata kebugaran) masih dan akan diminati traveler di tahun depan.
Hal tersebut terjadi, karena adanya pergeseran paradigma dalam berwisata. Menurut Sandiaga, wisatawan akan mencari kegiatan wisata atau liburan untuk kesehatan mental dan juga pikirannya.
“Ke depan terjadi suatu shift of paradigm (pergeseran paradigma). Wellness tourism tiba-tiba meningkat, orang ingin healing, healing itu bukan buat physical being, tapi untuk benerin feeling. Refreshing yang tidak bikin kantong kering, apalagi kepala pening dan inilah yang disebut wellness tourism,” ujar Sandiaga, dalam webinar nasional tiket.com, “New Paradigm of Indonesia Tourism Industry Tren 2023” yang digelar secara daring seperti dilansir Kumparan, Selasa (13/12).
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Andyani, juga mengungkapkan ada perubahan tren yang terjadi pasca-pandemi COVID-19.

“Ke depan pengambilan keputusan perjalanan berkaitan faktor kualitas terkait dengan mindfullness (kesadaran), sensastion shifting (pergeseran rasa), culture immersion (pendalaman budaya), dan pengaturan perjalanan yang berkualitas,” katanya.
Menurutnya, traveler cenderung lebih mengedepankan masalah kesehatan dan memilih wisata yang ramah lingkungan.
“Namun, dengan pandemi COVID-19 yang kita alami, aspek ini yang bergeser, orang menempatkan masalah kesehatan kebersihan itu yang utama dan juga aktivitas yang outdoor dan masalah sustainabilty juga menjadi bagian,” ujar Ni Wayan Giri.
“Orang lebih concern mengenai masalah kesehatan, kemudian lebih manfaatkan digitalisasi,” lanjutnya.
Menurut penelitian, wisatawan atau traveler juga tak keberatan untuk membayar lebih mahal, apabila destinasi tersebut sangat concern dengan masalah lingkungan.

“Ada penelitian bahwa kerennya wisatawan atau traveler itu berkenan untuk membayar lebih mahal, apabila destinasinya sangat concern masalah sustainabilty. Masalah lingkungan adalah konservasi lingkungan dan juga sangat berkenan untuk berpartisipasi terkait dengan masalah lingkungan itu,” ungkap Ni Wayan Giri.
Wisatawan Bakal Cari Destinasi Baru
Sementara itu, wisatawan diprediksi akan mencari destinasi baru untuk menghabiskan liburan. Hal ini disusul dengan kemunculan off–grid travel, di mana semakin banyak wisatawan yang menginginkan pengalaman baru.
“Culture immersion ini dirasakan luar biasa dan banyak yang menyebut off–grid travel ini adalah travel yang keluar dari jalur yang perjalanan yang lama menuju destinasi baru,” tutur Sandiaga.
Adapun tren bekerja dari destinasi wisata atau work from destination juga masih jadi tren ke depan.
“Ada juga work from destination dan ini dia teman-teman yang bekerja dari destinasi. Mbak Maria mungkin bisa ke depan bekerja dari Bali, Pak Gaery dari Bajo, Mbak Trisna dari Batam, juga Mbak Dewa bisa kerja di Bintan, tapi tetap bertugas di kantornya masing-masing,” pungkasnya.