Restoran 1928 The Hermitage Tawarkan Kelezatan Kuliner Era Kolonial Hingga Modern, Ada Sunday Brunch

0

ihgma.com – The Hermitage Jakarta, a Tribute Portfolio Hotel ini sangat serius dalam menyajikan konsep penginapan yang nyaman dan elegan bagi para konsumen.

Hotel Mewah yang penuh dengan nuansa sejarah ini terus berinovasi dari waktu ke waktu demi memberikan pengalaman menginap yang berkesan.

The Hermitage Jakarta yang awalnya beroperasi sebagai hotel bisnis bintang lima, mengubah posisinya untuk melayani pasar yang lebih premium.

Dengan arah bisnis baru itu, The Hermitage Jakarta sekarang beroperasi sebagai hotel All-Club Luxury Boutique Hotel di mana tamu bisa mendapatkan manfaat-manfaat memikat selama menginap.

La Vue Rooftop dan Bar The Hermitage Jakarta Dok. The Hermitage Hotel, Jakarta
La Vue Rooftop dan Bar The Hermitage Jakarta
Dok. The Hermitage Hotel, Jakarta

Keputusan tersebut didukung dengan adanya permintaan usai masa-masa sulit selama pandemi.

Apalagi kini dunia perlahan-lahan kembali pulih.

Dengan permintaan yang meningkat, The Hermitage Jakarta sekarang lebih akrab di kalangan pelancong kelas atas, termasuk tamu pelesir dan bisnis, pelaku rapat dan acara, serta mereka yang menginginkan pesta pernikahan bernuansa privat dan intim.

Guna mencapai misi baru tersebut, The Hermitage Jakarta mengadopsi sejumlah strategi, di antaranya mengubah restoran utama hotel menjadi 1928 Restaurant, sebuah destinasi kuliner yang merayakan kemajemukan masakan Indonesia dan warisan kolonial.

Merayakan sejarah gedungnya yang kaya, The Hermitage, a Tribure Portfolio Hotel, Jakarta merilis 1928, sebuah restoran baru yang dirancang dengan benang merah gedung bersejarah yang ditempatinya.

Rijstaffel Package di Restoran 1928, The Hermitage Jakarta (Dok. The Hermitage Jakarta)
Rijstaffel Package di Restoran 1928, The Hermitage Jakarta (Dok. The Hermitage Jakarta)

Menempati area yang dulunya merupakan L’Avenue Restaurant, 1928 akan menyajikan menu menarik yang fokus pada hidangan era kolonial, Peranakan, serta Indonesia/Pan Asia.

Restoran 1928 mengusung pendekatan modern dan baru terhadap hidangan-hidangan era kolonial serta dimasak menggunakan bahan-bahan lokal terbaik.

Ferdian Tobing, Executive Chef The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta telah mempersiapkan serangkain hidangan menggugah selera untuk dicoba.

“Menu di 1928 kami desain untuk membangkitkan nostalgia akan hidangan-hidangan yang sering kita nikmati saat kecil, namun tanpa mengurangi sisi modernnya,” ujar Tobing.

Beberapa menu andalan kreasinya yang wajib dicoba adalah Grilled Bone Marrow, Sup Brenebon, Macaroni Schotel, Holland Beifstuk, Chicken Bistik, Pindang Bandeng, Klappertaart, and Poffertjes.

Udang Saus Padang, salah satu Menu Nusantara di Restoran 1928, The Hermitage Jakarta
Udang Saus Padang, salah satu Menu Nusantara di Restoran 1928, The Hermitage Jakarta

Posisi Baru

Dengan fasilitas belanja, makan, dan hiburan yang beragam, Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan yang paling hidup di dunia.

The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta dengan sangat senang hati memperkenalkan konsep kuliner unik di area terbaik Menteng kepada warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.

1928 adalah restoran berkonsep kolonial terbaru yang hadir di Jakarta dan memberikan kesempatan kepada para tamunya untuk bernostalgia melalui menu makanan dan minuman yang dikurasi dengan sangat hati-hati.

“Peluncuran 1928 ini bertujuan untuk memosisikan hotel The Hermitage Jakarta sebagai destinasi kuliner di Jakarta, terutama di Menteng, yang fokus pada hidangan legendaris serta tawaran uniknya,” kata Harry Suryadharma, General Manager The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta seperti dilansir Tribun Bali.

Selain 1928, The Hermitage Jakarta juga memiliki La Vue, sebuah rooftop bar dengan pemandangan kota yang menawan.

Sebuah Pengalaman Kuliner Penuh Makna

1928 menawarkan menu a la carte dengan pilihan Rijstaffel Package sebagai cara terbaik untuk mencicipi sajian-sajian terbaiknya.

Dengan paket ini, tamu berjumlah minimum empat orang dapat merasakan pilihan hidangan utama 1928.

Paket ini dirancang untuk mengakomodasi acara kumpul keluarga, teman, maupun rekan bisnis.

1928 juga akan menggelar “1928 Sunday Brunch” setiap Minggu antara pukul 12.00 hingga 15.00

Sesi brunch ini menyuguhkan sederet sajian prasmanan dengan menu era kolonial, Peranakan, dan Indonesia/Pan Asia serta sejumlah masakan serta hidangan utama yang disajikan dengan konsep a la minute.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.