Kemenparekraf Minta Pelaksanaan Prokes di Pariwisata Jangan Sampai Kendor

0

ihgma.com – Angin segar kini mulai berembus ke semua sektor yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Sama halnya yang dirasakan oleh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf).

Melihat sudah mulai melandainya angka COVID-19 di Indonesia, Deputi Bidang Kebijakan Strategi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Nia Niscaya, meminta seluruh masyarakat jangan kendor dengan pelaksanaan prokes.

“Meskipun angka pandemi sudah mulai turun, untuk prokes jangan sampai kendor. Karena jika angka naik lagi, pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia tidak bisa bergerak dan akan terganggu,” kata Nia Niscaya, dalam media briefing Ibis Music di Bandung seperti dilansir Kumparan, Sabtu (25/6) lalu.

Salah satu ekonomi kreatif yang sedang naik adalah sub sektor musik. Karena menurut data Kemenparekraf, pada tahun 2021 lalu mengalami kenaikan sebesar 3, 94 persen setelah sempat terkontraksi hingga 1, 47 persen di tahun sebelumnya.

“Sub sektor musik dari sisi revenue-nya berdasarkan data dari Kemenparekraf, pada tahun 2021 itu diproyeksikan sebesar Rp 6, 080 triliun dengan penambahan nilai sebesar 0,5 triliun dibanding 2020,” ujar Nia Niscaya.

Sedangkan untuk tenaga kerja di sektor musik diproyeksikan mencapai 70.755 orang pada tahun 2021. Melihat angka tersebut kuncinya adalah harus tetap menjaga landainya angka COVID-19.

“Kalau angka COVID-19 naik lagi, ketika ada pembatasan maka sektor pariwisata dan ekraf pasti kena termasuk musik. Karena kita DNA-nya adalah bergerak,” pungkas Nia.

Untuk yang ingin mengadakan event-event pariwisata dan musik, Kemenparekraf mempunyai SOP yang harus dilakukan oleh para penyelenggaraannya.

Melihat Ibis Music, Kemenparekraf juga berharap event-event seperti ini tidak hanya diadakan di Bandung saja. Melainkan bisa ke kota-kota lainnya.

“Semoga Ibis Music bisa ditambah jangan hanya di Bandung saja. ini merupakan hal yang sejalan dengan program Mas Menteri untuk membuka lapangan pekerjaan,” kata Nia Niscaya.

Ia pun berharap di tahun 2022 industri pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi lebih baik lagi. Dan dengan menjaga prokes yang ada, itu bisa mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.