ihgma.com, Denpasar – Sebelum melakukan transformasi atau memfokuskan kegiatan ekonomi pada sektor pertanian, Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Bali menyarankan agar Bali lebih memperbaiki sektor pariwisata terlebih dahulu.
“Bali harus memperbaiki sektor pariwisatanya terlebih dahulu, barulah diikuti dengan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, ekspor, hingga manufacturing. Untuk industri ekspor pun, saat ini yang masih dikatakan baik untuk Bali adalah ekspor hasil alam, seperti ikan atau bibit ikan,” kata, Panudiana Kuhn selaku Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Bali seperti dilansir Tribun Bali pada Selasa 4 Oktober 2022.
Diakuinya kondisi ini memang cukup berat, maka dari itu ia mengimbau agar seluruh pihak tetap optimis dan jangan sampai stress.
Ia mengatakan kondisi perekonomian saat ini masih sangat memprihatinkan.
Dampak adanya kenaikan BBM pada angkutan kota, bemo kecil, atau bis-bis harus menaikkan harga.
Sebab kalau tidak, jasa transportasi darat tersebut akan mati sendiri. Terlebih lagi saat ini, pembelian BBM subsidi tidak boleh banyak.
“(Sarannya) Subsidi lagi, kalau perlu BBM diturunin bisa tidak?,” tanyanya.
Pihaknya pun menyarankan kepada pemerintah mengurangi dulu membangun infrastruktur, agar masyarakat tidak terlalu menjerit.
Karena bagaimana pun, kata dia, kalau BBM naik inflasi jelas akan melambung.
“Kemarin saja rencana konversi kompor gas ke kompor listrik sudah batal, karena ini kita belum mampu memang. Termasuk mobil listrik pun kita belum siap sebetulnya. Hanya nafsu besar tenaga kurang. Harus take time. Kita belum siap. Ini memang berat untuk rakyat kecil,” imbuhnya.
Ia menilai tampaknya kondisi perekonomian Bali tahun 2023 tidak lebih baik dari tahun 2022. Ia juga memprediksi, di tahun 2023 ekonomi minus tidak hanya akan dirasakan di Bali, melainkan juga di wilayah lainnya. Dirinya juga melihat, tahun ini pendapatan masyarakat cenderung tidak akan naik, sedangkan pengeluaran semakin meningkat.
“Iya, tahun depan agak minus dimana-mana. Itu prediksi saya. Makanya Bali saya pernah bilang, tiga tahun kedepan masih mengkhawatirkan. Belum booming kalau pariwisata,” tutupnya.