CEO Plataran Tanggapi Kenaikan Tiket Borobudur: Jangan Jadi Orang yang Berdosa

0

ihgma.com – Wacana kenaikan harga tiket Candi Borobudur masih menjadi topik perbincangan, meski akhirnya pemerintah secara resmi menunda kebijakan tersebut. CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes, pun angkat suara mengenai hal tersebut.

Yozua mengatakan, saat wacana kenaikan harga tiket Candi Borobudur mencuat pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk pemerintah.

“Saya bilang gini ‘kita mesti memberikan sosialiasi yang baik kepada masyarakat. Sebenarnya ini semua apa sih backgroud-nya, background-nya semua mempunyai niat yang baik untuk menjaga, mem-preserve Candi Borobudur’,” ujar Yozua saat ditemui kumparan dalam acara “Bincang-bincang Santai dengan CEO Plataran Indonesia,” di Plataran Menteng seperti dilansir Kumparan, Kamis (9/6).

Yozua menyoroti bahwa memang Candi Borobudur sudah sangat sesak oleh pengunjung yang datang. Untuk itu, ia mendukung pembatasan yang nantinya bakal dilakukan pemerintah guna melindungi salah satu situs warisan dunia UNESCO tersebut.

CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes (tengah) dan CFO Plataran Indonesia, Anandita Makes (kiri) dalam acara Plataran Indonesia: Everything About a True Indonesian Icon yang digelar di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/6). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes (tengah) dan CFO Plataran Indonesia, Anandita Makes (kiri) dalam acara Plataran Indonesia: Everything About a True Indonesian Icon yang digelar di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/6). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

“Karena memang Candi Borobudur ini terus terang saja kalau dibiarkan semua naik tanpa aturan kita adalah salah satu orang yang berdosa di dunia ini karena menghancurkan situs warisan yang dimiliki dunia. Kedua, apalagi (Candi Borobudur) menjadi tempat ibadah saudara-saudara kita,” imbuhnya.

Upaya Plataran Indonesia Kurangi Kepadatan di Candi Borobudur

Yoshua menjelaskan, Plataran Indonesia sebagai grup perhotelan yang memiliki visi untuk berkontribusi bagi Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung pemerintah untuk melindungi Candi Borobudur. Salah satunya adalah dengan menghadirkan destinasi baru atau tempat menarik yang bisa dikunjungi wisatawan seperti halnya Plataran Borobudur.

“Sejak Plataran Borobudur didirikan pada 2010, visi kita adalah itu kita semua tidak boleh kegiatan dicenter (dipusatkan) di Candi Borobudur itu justru dipecah di luar. Pertama, untuk mengurangi tingkat kepadatan di Candi Borobudur. Kedua, menghidupkan desa-desa di sekitarnya. Itulah yang saya lakukan bersama teman-teman di Borobudur,” ujarnya.

Pemandangan Candi Borobudur terlihat dengan jelas dari Plataran Borobudur (Foto: doc booking.com)
Pemandangan Candi Borobudur terlihat dengan jelas dari Plataran Borobudur (Foto: doc booking.com)

Selain menawarkan opsi menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Candi Borobudur. Selain Plataran Borobudur, pihaknya juga menawarkan pengunjung atau tamu yang ingin menikmati kuliner yang khas, lewat restoran Enam Langit.

Jika memang nantinya harga tiket Candi Borobudur akan dinaikkan, Yoshua menjelaskan pemerintah harus bisa mensosialiasikan dengan baik.

“Pertama, menyampaikan dulu maksud baiknya. Kedua, baru action-nya dan masalah harga yang Rp 750 ribu itu belakangan,” ujarnya.

“Pelataran Borobudur itu hampir 3 km luasnya. Itu jadi tempat jogging, lari, itu bagus banget. Terus ada level satu, dua, dan 3, yang Rp 750 itu naik katanya sampai level 3. Kalau yang di bawah itu di pelataran, itu bayarnya cuma Rp 50 ribu. Jadi menurut saya kita itu termasuk pemerintah harus mensosialisasikan dengan baik,” imbuhnya.

Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menunjukkan bagian batu candi yang rusak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (7/6/2022). Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menunjukkan bagian batu candi yang rusak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (7/6/2022). Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO

Yoshua berharap apa pun keputusannya nanti, hal tersebut tentunya bisa memberikan dampak yang baik terhadap kelangsungan Candi Borobudur.

“Tapi yang penting semangat kita untuk menjaga Candi Borobudur sehingga generasi penerus masih bisa menikmati peninggalan kita. 1.200 tahun buatnya itu antara 75-90 tahun itu candi, kita punya kewajiban untuk menjaga,” pungkasnya.
Leave A Reply

Your email address will not be published.