Bermodal Rp 60 juta, 68 Mahasiswa UK Petra Jalankan Bisnis Hotel hingga Laundry

0

ihgma.com – Sempat vakum di masa pandemi, mahasiswa program Hotel Management UK Petra kembali mengikuti kelas praktik Manajemen Operasional Hotel (MOH).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kegiatan yang diikuti oleh 68 mahasiswa ini mengusung konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kali ini, mereka mengusung konsep bernama Crescere Group. Crescere Group ini sendiri merupakan unit bisnis yang terbagi menjadi enam. Yaitu Crescere Hotel, Acacia Restaurant, Meltshake Cafe, Fatwok (Kitchen), Namu (Pastry & Bakery) dan Tjutji-tjutji Laundry.

Geraldine Audrey Suwondo selaku General Manager mengatakan, Crescere berasal dari Bahasa Latin yang artinya bertumbuh atau semakin besar.

Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

“Dengan konsep ini, jadi seluruh staf mahasiswanya dapat bertumbuh dan berkembang, sehingga mampu memberikan dan mengembangkan pelayanan yang terbaik pada pelanggan,” ucap Geraldine ketika ditemui Basra seperti dilansir Kumparan, Kamis (2/6).

Geraldine menjelaskan, dari keenam unit bisnis yang dijalankan, ada brand yang memang dijalankan secara sistem Pre Order terlebih dahulu.

Misalnya seperti Fatwok Kitchen dan Namu Pastry & Bakery menggunakan sistem cloud kitchen, yang bisa diambil sendiri di kampus atau dikirimkan melalui layanan jasa kurir.

Geraldine mengaku, dalam menjalankan running bussiness seperti ini pihaknya tidak hanya berjualan saja.

“Tapi kita juga harus memikirkan sumber daya manusianya bagaiamana, sustainability-nya bagaimana, dan masyarakatnya bagaimana,” kata Geraldine.

Bahkan dalam menjalankan bisnis tersebut, ia dan tim sempat mengalami kendala karena pandemi. “Kalau ada kasus postif COVID-19, otomatis kita harus shutdown. Kalau gitu kan berarti bahan-bahan kita buang semua,” tambahnya.

Terkait model awal dalam menjalankan bisnis ini, Geraldine menjelaskan jika ia dan tim mendapatkan modal dari pihak kampus sekitar Rp 60 juta.

“Modal awal dari universitas itu Rp 60 juta, yang kita pakai Rp 56 juta. Target awal omzet kita diangka Rp 300 juta. Tapi karena kita sempat ada potongan hari dan kondisi sekarang, secara realistis sih target di Rp 200 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Agung Harianto, S.Pd., M.M., selaku Seketaris Program Hotel Management UK Petra mengatakan, selama satu semester, para mahasiswa semester enam ini mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum pada akhirnya mulai 16 Februari yang lalu baik secara online maupun offline mulai menjalankan baik itu hotel, café, restaurant hingga laundry.

Agung merinci, setiap mahasiswa yang akan menjalankan MOH ini mendapatkan modal awal dari UK Petra sebesar Rp 60 juta yang digunakan untuk biaya operasional untuk memulai sebuah bisnis.

“Mulai dari dekorasi, membeli bahan hingga seragam. Hasil keuntungan akan diberikan atau dikembalikan pada mahasiswa yang menjalankan MOH ini,” rinci Agung.

Dengan demikian, para mahasiswa bisa belajar mempraktekkan sebuah ide menjadi bisnis yang disesuaikan dengan perubahan saat ini.

Diketahui, food and beverage yang dihasilkan oleh para mahasiswa semester enam ini mencapai 163 produk. Konsep FnB nya mengangkat menu Asia dengan Fusion Western.

Sedangkan untuk hotel tersedia tiga kamar dan untuk laundry menyuguhkan 34 tipe service. Selain untuk pihak kampus dan orang tua mahasiswa, hotel serta restauran yang dijalankan para mahasiswa ini juga dibuka untuk umum.

Leave A Reply

Your email address will not be published.