Jelang G20, Kampanye Pariwisata Rendah Karbon di Bali Kembali Digelar
ihgma.com, Denpasar – Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, desa adat serta pelaku bisnis untuk mendorong adanya pariwisata berkelanjutan rendah karbon di Bali digelar melalui kampanye ‘KemBALI Becik.
“KemBALI Becik berkomitmen memastikan kebijakan pemulihan COVID-19 untuk membantu Bali bangkit secara berkelanjutan,” kata Saraswati Ratnanggana dari LSM Kopernik dalam acara peluncuran di Desa Potato Head seperti dilansir Kumparan, Jumat (8/4/2022).
Saraswati menjelaskan tujuan kampanye ini untuk memastikan bahwa kebijakan pemulihan COVID-19 dapat membantu menjadikan Bali lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Adapun aksi nyata yang telah dan sedang dilakukan dalam kampanye ini yakni dengan pembuatan mural di 25 titik seluruh Pulau Dewata, karya seni yang mengandung pesan menjaga lingkungan tersebut digarap oleh sekitar 15 orang pelaku seni lokal.

“Kami mengajak masyarakat, wisatawan, dan seluruh stakeholder terkait, ayo temukan mural-mural ini dan sebarkan melalui media sosial tentang gerakan ini dengan menulis #KemBALIBecik,” jelasnya.
Kabid Keterpaduan Moda Dinas Perhubungan Bali I Kadek Mudarta menuturkan KemBALI Becik memiliki misi untuk menjawab dua masalah terbesar yang dihadapi masyarakat Bali, yakni pemulihan ekonomi pasca COVID-19 dan kelestarian lingkungan dalam menghadapi krisis iklim global.
“Kami sangat mendukung program ini karena pemerintah tentu saja tidak bisa berjalan sendiri, maka dukungan dan kerja kolaboratif dari berbagai pihak sangat diperlukan,” jelasnya.
KemBALI Becik sendiri memiliki misi untuk mengembalikan ekonomi Bali dengan pariwisata berkelanjutan. “Kembali” dalam Bahasa Indonesia berarti “kembali” dan “becik” dalam Bahasa Bali berarti “baik”. Misi ini muncul untuk mendukung industri pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Henry Jurgens seorang pelaku bisnis dari Skutis Corporation mengatakan bahwa pihaknya siap membantu Bali dalam mewujudkan pulau yang bebas karbon melalui teknologi energi terbarukan.
Menurutnya, skuter elektrik dari perusahaannya saat ini sudah ada di berbagai lokasi pariwisata di Bali seperti di Kebun Raya Bedugul, dan selanjutnya diharapkan bisa melaju untuk menembus kemacetan di jalan raya yang secara tidak langsung akan mengurangi dampak dari emisi karbon.
“Semua wilayah yang ramai, dan ramah lingkungan akan kita hadirkan skuter elektrik ini. Tentunya juga untuk mendukung terselenggaranya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali,” jelasnya.