ihgma.com – Pura Mangkunegaran Solo bakal menjadi salah satu venue rangkaian kegiatan Group of Twenty (G20). Salah satu acara yang akan digelar adalah gala dinner untuk menyambut para tamu atau delegasi dari negara peserta. Lalu bagaimana persiapan kadipaten yang menjadi salah satu pewaris dinasti Mataram itu?
Kanjeng Gusti Pangeran Ario (KGPAA) Mangkunegara X mengaku senang, Mangkunegaran dipilih menjadi salah satu venue rangkaian kegiatan G20. Pihaknya akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan budaya yang dimilikinya.
“Bagaimana pun juga Pura Mangkunegaran itu salah satu pusat kebudayaan, jadi harus diperkenalkan. Nanti akan ada tarian dan mungkin wayang juga yang kita sajikan. Untuk kepastiannya ditunggu saja ya,” ujar Mangkunegara X seperti dilansir Merdeka, Rabu (23/3).
Pria bernama asli Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo itu menyampaikan, kegiatan G20 merupakan kesempatan untuk memperkenalkan kebudayaan yang ada di Pura Mangkunegaran. Apalagi para peserta G20 itu dari berbagai negara.
“Ini menjadi kesempatan yang baik dan tepat untuk memperkenalkan kebudayaan kita. Pesertanya kan dari berbagai negara,” tuturnya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membenarkan jika salah satu kegiatan G20 nanti akan digelar di Pura Mangkunegaran adalah royal dinner. Pura Mangkunegaran, dikatakannya, memiliki venue yang luar biasa, sehingga dipilih untuk kegiatan tersebut.
“Pura Mangkunegaran itu venuenya sangat luar bissa sekali. Salah satu destinasi yang bisa dibanggakan masyarakat Solo,” kata Gibran.
Gibran menyebut, Royal Dinner G20 nanti akan diadakan di Pura Mangkunegaran tanggal 31 Maret 2022. Ia memastikan kesiapan Pura Mangkunegaran dan sudah dilakukan pengecekan venue.
“Sudah siap semua, sudah dilakukan pengecekan Venue. Kita juga sudah ketemu dengan Gusti Bhre. Tenang saja, tidak ada masalah,” terang Gibran.
Anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menambahkan, selain Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga akan menjadi salah satu lokasi rangkaian kegiatan G20.
“Jadi nanti juga ada beberapa lokasi lain. Kita terus berkomunikasi dengan dirjen yang ditugasi untuk persiapan G20. Lokasinya dimana saja nanti sambil jalan,” terangnya.
Lebih lanjut Gibran menyampaikan, kegiatan G20 bukan cuma sekali saja. Menurutnya ada di bulan Maret, Juni hingga bulan Agustus.
“Jadi nanti semuanya kepakai kok, kalau untuk budaya jelas fokus di Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran,” tandasnya.
Selain itu, rangkaian kegiatan G20 di Kota Solo juga menjadi perhatian khusus pengelola Bandara Internasional Adi Soemarmo.
Sebagai pintu gerbang para delegasi yang datang ke Kota Solo, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo mendukung kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut. Bentuk dukungan tersebut di antaranya memastikan kesiapan dari segi operasional. Yakni dengan prinsip safety, security, service dan compliance.
General Manager PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan melaksanakan Airport Security Committee (ASC) Meeting.
“Airport Security Committee Meeting ini dilaksanakan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi tentang kesiapan bandara. Terutama terkait dengan keamanan dan keselamatan penerbangan, agar kegiatan TIIWG yang merupakan rangkaian kegiatan G20 nanti dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses,” ujar Yani.
Menurut Yani, Airport Security Committee Meeting dihadiri oleh Komandan Lanud Adi Soemarmo, LPPNPI, Bea dan Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Polsek, Danramil, Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, Angkasa pura Hotel, dan Angkasa Pura Support.