Geliat Bisnis Perhotelan Jelang Lebaran

0

ihgma.com, Purwokerto – Kita amati  geliat industri perhotelan di tanah air pasca-pandemi sangat menggembirakan di Banyumas dan kabupaten sekitarnya. Namun di tahun ini dirasakan okupansi hotel jelang lebaran menurun walaupun masih baik.

Ramadan dan lebaran biasanya menjadi momen emas bagi industri perhotelan di Indonesia. Namun, hingga pekan ketiga Ramadan, pengelola hotel masih mengeluhkan rendahnya tingkat hunian.

Rio , General Manager Luminor Hotel Purwokerto bahwa tingkat okupansi hotel saat ini baru mencapai 20 persen. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 50 persen pada periode yang sama seperti dikutip dari RRI.

Ini tentu saja memberikan dampak yang cukup signifikan bagi bisnis hotel. Ada anggapan hal tersebut disebabkan karena adanya efisiensi yang memangkas bahkan meniadakan kegiatan kegiatan instansi  dalan hal kunjungan kerja. Pemangkasan anggaran perjalanan dinas kementerian dan lembaga memberikan dampak signifikan terhadap industri perhotelan, terutama di daerah.

Sebenar kita masih optimistis tingkat hunian hotel akan meningkat saat Lebaran karena potensi kenaikan okupansi biasanya terjadi mulai hari kedua Idul Fitri hingga tujuh hari setelahnya, seiring meningkatnya aktivitas wisata masyarakat.

Di sisi lain memang persaingan bisnis perhotelan juga makin tinggi ini mengharuskan para pengelola hotel meningkatan pelayanan dan fasilitas hotel agar dapat bertahan di tengah persaingan.

Ada banyak upaya yang bisa dilakukan agar bisa bertahan,  salah satunya adalah pengelola hotel terus meyakinkan publik bahwa kondisi saat ini sudah membaik sehingga tidak ada kekhawatiran untuk menginap ataupun staycation di hotel.

Kita sepakat dengan Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia Banyumas , Irianto bahwa  untuk dapat menyakinkan publik bisa dilakukan dengan adanya review yang baik terkait hotel yang bersangkutan. Dan untuk memunculkan review positif ini bisa dilakukan dengan menggandeng media dan tentu saja mengaktifkan media sosial bisnis hotelnya.

Orang saat ini memilih hotel berbasis melihat rating, review, dan rekomendasi. Media mempunyai peran untuk memberikan rekomendasi hotel mana yang bisa dipilih untuk menginap atau staycation. Misalnya media membahas tentang keunikan hotel, servis excellent, dan lain sebagainya.

Kita mendorong pengelola hotel untuk bisa memberikan diskon pada pengunjung sehingga mereka tertarik staycation. Paket-paket diskon lainnya seperti paket berbuka bersama di hotel. Sehingga okupansi kamar hotel bisa tetap terisi meskipun tengah menghadapi low season.

Dengan menyediakan paket diskon ini diharapkan bisa mempersiapkan ketersediaan kamar hotel di masa libur Idulfitri. Sehingga bisa mendongkrak tingkat hunian hotel.

Leave A Reply

Your email address will not be published.