Soal Travel Bubble Batam Bintan-Singapura, Ini Kata PM Lee Hsien Loong
ihgma.com, Bintan – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong membahas skema travel bubble saat pertemuan bilateral di The Sanchaya Resort Kabupaten Bintan Kepulauan Riau, Selasa, 25 Januari 2022. Pemerintah Indonesia sudah membuka pintu wisatawan Singapura di Batam dan Bintan sejak 24 Januari 2022.
Hasil pembahasan disampaikan kedua pemerintah saat pernyataan pers bersama Presiden Jokowi dan PM Loong siang tadi. Dikutip dari saluran Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi mengatakan pemerintah Indonesia dan Singapura akan membahas penguatan kerja sama bilateral di sejumlah bidang, terutama soal pemulihan ekonomi.
Melansir Tempo, “mendukung mobilitas manusia (antara Singapura dan Indonesia) yang aman, kami sedang memfinalisasi kerja sama pengakuan vaksin dan penyelarasan interoperabilitas platform pelacakan dan perlindungan yang dimiliki kedua negara,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Lee Hsien Loong mengatakan Singapura dan Indonesia akan melanjutkan diskusi mengenai gelembung perjalanan agar skema itu bisa berlaku dua arah. Ia berharap pembahasan ini tidak memakan waktu terlalu lama.
Loong mengaku bersama Jokowi melanjutkan diskusi mengenai skema perjalanan udara dan laut agar lebih banyak destinasi di Indonesia yang dibuka. “Namun, kami juga harus mempertimbangkan kondisi pandemi, apalagi soal varian Omicron yang sedang merebak,” kata dia.
Dalam pertemuan tersebut, tidak hanya membahas travel bubble, kedua negara menyepakati beberapa kesepakatan kerja sama atau MoU, termasuk kesepakatan bahwa ruang lingkup Jakarta melingkupi seluruh wilayah teritorial udara di Indonesia, terutama di perairan di Kepulauan Riau dan Natuna.
Pengamat Pariwisata Siska Mandalia mengatakan pemberlakuan skema travel bubble harus dilakukan atas perjanjian dua negara yang jelas. Kedua negara harus memiliki aturan protokol kesehatan yang jelas serta saling melakukan promosi antar kedua negara.
“Jangan sampai bertepuk sebelah tangan, kita harus meniru yang dilakukan Taiwan dan Singapura kedua negara saling memberitakan terkait kerjasama pariwisata ini,” ujar dosen pariwisata jebolan M.B.A Tourism Management dari Chung Hua University Taiwan itu.
Siska melanjutkan konsep uji coba travel bubble Batam Bintan-Singapura sudah tepat, tinggal ke depan pemerintah Indonesia melakukan evaluasi dilanjutkan kemudian diterapkan di daerah lain. “Regulasi yang penting harus jelas,” kata Siska