RedDoorz akan memperkuat ekspansinya di Jawa Timur. Pada tahun 2025, platform multi-brand perhotelan dan akomodasi ini berencana menambah sekitar 150 mitra properti baru di wilayah tersebut.
“Di 2025, karena Surabaya adalah (termasuk) tiga kota teratas yang ada di RedDoorz, kita ingin ekspansi yang agak besar untuk Surabaya dan Jawa Timur, di mana paling tidak kita menambahkan 40 persen properti tambahan kita,” jelas Head of Area East Commercial RedDoorz, Ovaldo “Aldo” Sanjaya saat media trip di Kota Surabaya, seperti dikutip dari Kompas pada Selasa (10/12/2024).
Aldo melanjutkan, 40 persen tersebut berjumlah sekitar 150 properti. Lokasinya di kota-kota besar di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Malang, dan Kota Batu.
Surabaya menjadi pilihan karena dinilai cocok sebagai destinasi business and leisure (bleisure), yang menggabungkan perjalanan bisnis dengan aktivitas rekreasi. Namun, tidak menutup kemungkinan pihaknya juga merambah ke kota-kota kedua (second tier cities), seperti Jember, Blitar, dan Probolinggo.

Menurut Aldo, tantangan terbesar dalam mencapai hal tersebut adalah ketika market (pasar) sudah tahu atau “jenuh”.
“Kita sudah melakukan antisipasi di mana kita meluncurkan multi-brand, kita punya berbagai macam brand character. Itu akan lebih memudahkan kita mendapatkan akuisisi baru,” ucap Aldo.
Brand yang akan ditekankan adalah RedDoorz sebagai yang utama, lalu Sans dan Urbanview yang produksinya paling tinggi tahun 2024.
Sans, Urbanview, dan The Lavana
Mulai tahun 2020, platform ini meluncurkan sejumlah brand yang memiliki segmentasi market yang berbeda yaitu Sans, Sunerra, Urbanview, dan The Lavana. Sebelumnya juga sudah ada brand RedDoorz sebagai brand utama.

RedDoorz, misalnya, menawarkan akomodasi hemat dengan fasilitas terstandarisasi. Tarifnya berkisar dari Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per malam.
“Secara general sebenarnya RedDoorz ini menargetkan segmen menengah. Di segmen menengah sendiri sebenarnya ada segmen-segmen yang berbeda-beda. Misalnya segmen yang Gen Z banget, nah di sini lahirnya Sans,” tutur Head of Marketing RedDoorz, Nany Indriani.
Sans hadir dengan desain yang penuh warna cerah nan Instagramable, serta ada common room. Tarifnya mulai Rp 250.000 per malam. Ada pula Urbanview yang ditujukan untuk pelaku perjalanan yang ingin bekerja sembari berlibur (workcation).
Tarifnya mulai Rp 200.000 per malam. Sementara itu, Sunerra menargetkan kelas menengah di peringkat atas dan sudah masuk kategori hotel bintang empat. Kemudian The Lavana memiliki properti berupa vila di Bali, yang segmennya upper class dan premium.
Di Jawa Timur, saat ini sudah ada sekitar 500 mitra properti RedDoorz. Sebesar 60 persen dari properti tersebut tersebar di Surabaya, Malang, dan Batu.

Menjadi mitra properti
RedDoorz menawarkan konsep Hospitality 3.0. Artinya, perusahaan ini bermitra dengan pemilik properti dalam lingkup teknologi, penjualan, dan pemasaran, sekaligus memiliki aplikasi sendiri yang berperan sebagai online travel agent (agen perjalanan daring atau OTA).
“Kami teknologinya membantu untuk pricing, AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) membantu inteligen pasar. Kami tahu kapan seasonality naik dan harga berapa yang direkomendasikan,” ucap Nany.
Sementara itu, pemilik properti tetap berperan dalam operasional propertinya. Salah satu contohnya adalah pasangan Sarsamto dan Liliek Ismiati, pemilik RedDoorz @ Bukit Palma Surabaya yang sudah bermitra dengan perusahaan ini sejak tahun 2021.
“Dari awal saya sudah izin, memang saya beli (properti) ini untuk kos. Rencananya gitu,” ucap Liliek ketika ditemui di tempat terpisah, Selasa (10/12/2024).
Namun, rencana pasangan tersebut berubah ketika Sarsamto berkunjung ke Yogyakarta dan melihat sebuah properti RedDoorz yang terdiri dari 15 kamar.
“Saya heran, ‘Lho, saya (punya properti) 19 kamar harusnya jadi RedDoorz, bukan kos-kosan’. Akhirnya saya coba Google, saya ketemu sama marketing RedDoorz. Gayung bersambut,” tutur Sarsamto pada kesempatan yang sama.
Semasa persiapan menjadi akomodasi RedDoorz, pasangan suami-istri ini memperoleh pelatihan untuk para pegawainya terkait pelayanan kepada tamu. Berlokasi di dalam kawasan perumahan CitraLand Surabaya, RedDoorz @ Bukit Palma Surabaya berjarak sekitar tujuh kilometer dari Stadion Gelora Bung Tomo.
Sarsamto menuturkan, akomodasinya selalu penuh ketika ada acara di stadion tersebut, ketika ada acara di universitas, dan ketika penghuni perumahan mengadakan pernikahan.
“Kebetulan (akomodasi ini) dekat club house. Jadi mantennya di situ (club house), riasnya di sini. Keluarganya dari luar kota nginap di sini,” katanya.
Adapun sekitar 70 persen tamu yang menginap memesan dari aplikasi, sedangkan sisanya datang langsung ke akomodasi. Jika ingin mengikuti jejak mereka, Sarsamto dan Liliek menyarankan untuk menyiapkan dana dan perizinan terlebih dahulu.
Apalagi ketika propertinya berada di kompleks perumahan. Sebagai informasi, akomodasi dengan total 19 kamar ini menerapkan tarif mulai Rp 225.000 per malam.