Pendakian Gunung Ditutup! Gubernur Koster Rencanakan Guide Jadi Tenaga Kontrak, Simak Beritanya

0

ihgma.com, Denpasar – Rencana Gubernur Bali, Wayan Koster, mengangkat guide pendaki gunung menjadi tenaga kontrak penjaga hutan dan pegunungan, mendapat respon positif dari pemandu sekitar Gunung Agung.

Bersangkutan setuju menjadi tenaga kontrak karena tidak ada pilihan lain.

Komang Kayun, guide pendaki gunung di Gunung Agung pada jalur Temukus, Besakih, Rendang, Bali, mengungkapkan niat Pemerintah Provinsi Bali mengangkat pemandu menjadi pegawai kontrak sangat diapresiasi baik oleh beberapa guide. Seperti pemandu jalur Pengubengan, Temukus, dan jalur Pempatan, Desa Pempatan.

Mengutip Tribun Bali, “kita merespon baik niat bapak Gubernur Bali. Semoga gajinya lebih besar dibandingkan saat menjadi guide. Cuma kita (pemandu) belum mengetahui sistem kerjanya seandainya jadi tenaga kontrak,” ungkap Mangku Komang Kayun, Selasa (6/6/2023) siang hari.

Kata Komang Kayun, pemandu sekitar lereng Gunung Agung masih menunggu pembahasan terkait sistem kerja tiap hari. Mengingat hampir sebagian besar pemandu di Gunung Agung, memiliki kerjaan sampingan. Seperti mencari rumput untuk ternaknya, berkebun, berternak, dan kegiatan berkaitan dengan keluarga.

“Kalau sistem kerjanya sama dengan pegawai kontak di pemerintahan, masuk jam 08.00 dan pulang jam 15.30 Wita, kasian pemandunya. Kebanyakan pemandu memiliki kerjaan sampingan, sepert beternak serta berkebun,” imbuh Kayun.

Pihaknya juga berharap, penghasilan menjadi tenaga kontrak cukup, untuk penuhi kebutuhan keluarga. Seperti dapur, biaya sekolah anak, dan untuk kebutuhan per hari.

“Kalau jadi guide bisa dapat 300 – 500 ribu sekali mendaki. Sebulan hanya beberapa naik. Pemandu giliran mengantar tamu ke gunung,” akui Kayun.

Hal berbeda diungkapkan, Wayan Widi Yasa, guide Jalur Pura Pasar Agung Sebudi, Kecamatan Selat. Pihaknya berharap agar pendakian tetap dibuka dengan memperketatnya. Sehingga guide tetap bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Terkait rencana guide dijadikan tenaga kontrak akan kita koordinasi kan terlebih dahulu dengan guide di lereng Gunung Agung, bersama KRPH Timur, dan Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung,”tambah Widi Yasa.

Untuk diketahui, jumlah guide pendaki di Gunung Agung capai ratusan orang. Tersebar di beberapa jalur pendakian. Satu diantaranya Jalur Pendakian Pengubengan, Desa Besakih, Kec. Rendang. Jalur Pempatan, Kec. Rendang. Jalur pendakian di Temukus, Desa Besakih. Dan Jalur Pasar Agung, Desa Sebudi, Kec. Selat.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.