Perayaan Waisak di Thailand, Ada Tradisi Menyalakan Lilin

0

ihgma.com – Umat Buddha di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Waisak 2567 BE yang bertepatan dengan Minggu (4/6/2023) mendatang.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Buddha, Thailand turut merayakan Tri Suci Waisak 2567 BE. Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, ada sejumlah perayaan Waisak di Thailand.

Untuk diketahui, Hari Raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting. Meliputi, kelahiran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan agung menjadi Sang Buddha, dan kematian Sidharta Gautama.

Ketiga peristiwa itu terjadi pada tanggal yang sama, yakni bulan purnama di bulan Mei. Ketiga peristiwa tersebut dirayakan umat Buddha sebagai Hari Raya Waisak.

Patung Budha yang ada di Wat Pho salah satu kuil ikonik di Bangkok, Thailand, Mingu (4/2/2018).(KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)
Patung Budha yang ada di Wat Pho salah satu kuil ikonik di Bangkok, Thailand, Mingu (4/2/2018).(KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)

Lantas, bagaimana perayaan Waisak di Thailand?

Berikut rangkumannya seperti dihimpun Kompas.com.

1. Hari Visakha Buja

Umat Buddha di Thailand mengenal Hari Raya Waisak sebagai Hari Visakha Buja atau Visakha Buja Day, seperti dilansir dari Thailand Foundation.

2. Sembahyang di kuil  Perayaan

Hari Raya Waisak di Thailand dimulai dengan sembahyang di wihara atau kuil pada pagi hari, bersama dengan keluarga, seperti dilansir dari Thailand Now. Umat Buddha juga mendengarkan ceramah mengenai ajaran Buddha, Dhamma dan Sangha atau Tiratana.

Sebetulnya, perayaan Waisak di Thailand sudah dimulai seminggu sebelumnya. Sepekan sebelum Hari Raya Waisak, umat Buddha di Thailand memasang bendera kuning di luar rumah mereka, seperti dilansir dari Holidify.

Ilustrasi Thailand.(shutterstock.com/Nott+Sutthipong)
Ilustrasi Thailand.(shutterstock.com/Nott+Sutthipong)

3. Memberikan makanan kepada biksu

Pada saat sembahyang tersebut, umat Buddha memberikan makanan kepada para biksu di wihara. Selain itu, mereka juga beramal bagi orang yang kurang beruntung dan orang yang membutuhkan, seperti warga lanjut usia, difabel, dan orang sakit.

4. Mengelilingi wihara searah jarum jam

Adapun puncak perayaan Waisak di Thailand berlangung pada malam hari sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Melansir Kompas dari Thailand Now, para biksu dan umat Buddha mengelilingi wihara atau kuil sembari menyalakan lilin, tiga batang dupa, dan membawa bunga teratai.

Tak lupa, mereka melantunkan doa bersama untuk kehidupan yang lebih baik. Prosesi keliling wihara atau kuil tersebut dikenal sebagai Wian Tian. Menariknya, para biksu dan umat berkeliling wihara atau kuil searah jarum jam sebanyak tiga kali.

Ilustrasi Thailand - Candi Wat Phra Kaew di Bangkok.(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi Thailand – Candi Wat Phra Kaew di Bangkok.(SHUTTERSTOCK)

Jumla tiga kali tersebut melambangkan  ajaran Buddha, Dhamma, dan Sangha atau Tiratana. Tradisi tersebut dikenal sebagai Phra Ubosot.

5. Menyalakan lilin

Seperti disampaikan sebelumnya, umat Buddha di Thailand menyalakan lilin sembari mengelilingi wihara atau kuil sebanyak tiga kali, searah jarum jam.

Kegiatan religi tersebut menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik bagi para turis. Prosesi itu dikenal sebagai Thailand’s Festival of Light.

Hal ini sama halnya dengan pelepasan lampion di Candi Borobodur saat perayaan Hari Raya Waisak di Indonesia.

6. Lokasi melihat perayaan Waisak di Thailand untuk turis

Semua wihara atau kuil di Thailand merayakan Waisak. Namun demikian, ada sejumlah wihara atau kuil yang tepat bagi wisatawan untuk menyaksikan perayaan Waisak di Thailand.

Wihara atau kuil tersebut menyelenggarakan perayaan Waisak lebih megah maupun diikuti lebih banyak umat Buddha dibandingkan lokasi lainnya. Berikut daftarnya seperti dikutip dari Holidfy:

1. Phutta Monthon di Provinsi Nakhon

2. Kuil Wat Phra Kaew di Bangkok

3. Kuil Wat Pho di Bangkok

4. Kuil Wat Phrathart Doi Suthep di Chiang Mai

5. Wat Pan Tao di di Chiang Mai

Leave A Reply

Your email address will not be published.