Bali Targetkan 4,5 Juta Wisman Liburan di Tahun 2023

0

ihgma.com – Kondisi pariwisata Bali mulai pulih pasca-pandemi mereda. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), optimistis sebanyak 4,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) akan liburan ke Bali di tahun 2023.

Hal ini berkaca pada jumlah kunjungan wisman tahun 2022 yang telah mencapai 2,2 juta orang. Sedangkan, pada kondisi normal atau tahun 2019, jumlah wisman yang liburan ke Bali mencapai 7,6 juta orang.

“Mudah-mudahan dengan (jumlah kunjungan wisman) 2,2 juta di tahun 2022, mudah-mudahan sekarang full sepanjang tahun 2023, dan 4,5 juta bisa tercapai,” katanya di Denpasar seperti dilansir Kumparan, Senin (23/1).

Cok Ace menuturkan, invasi Rusia-Ukraina dan krisis ekonomi Eropa juga masih menjadi tantangan untuk memulihkan sektor pariwisata. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bakal menyiapkan promosi online-offline untuk menggaet wisman.

Ilustrasi wisatawan asing. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Ilustrasi wisatawan asing. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“Mudah-mudahan dengan alasan ketenangan dan kedamaian, mereka justru memilih Bali untuk tempat mereka istirahat,” ujar Cok Ace.

Operasional Belum Pulih, Pemilik Pilih Jual Hotel

Isu sejumlah hotel dan vila dijual oleh pemilik imbas dampak corona kembali mencuat dalam beberapa hari belakangan ini. Cok Ace menilai hal ini wajar, lantaran okupansi hotel belum menembus 70-80 persen, seperti dalam kondisi normal

“Kalau sekarang lebih rendah daripada itu. Kalaupun ada kawasan tertentu yang capaian (okupansi) bisa di atas 80 persen itu hanya sifatnya lokal. Kalau seluruh Bali, saya yakin kita harus kerja keras,” tuturnya.

Sementara itu, dari 140 ribu jumlah kamar hotel di Bali, Cok Ace mengungkap bahwa baru sekitar 60 persen yang beroperasional secara penuh. Ia berharap para pemilik sabar menunggu masa pemulihan pariwisata tiba.

“Tidak usah dipikirkan yang jelas pariwisata Bali telah tumbuh sekarang, dan saya kira propsek bagaimana pemerintah provinsi dan pusat bekerja keras. Saya harap teman-teman sabar,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra, menilai para pemilik menjual hotel karena sudah tak sanggup menanggung biaya perawatan. Di sisi lain, uang pemasukan nihil. Faktor lainnya adalah persaingan bisnis properti yang semakin ketat.

“Kita juga hancur karena pengembang, ruko bentuknya diisi hotel, lihat saja di Jalan Sunset Road. Dengan Rp 100 miliar sudah dapat 70-80 kamar di sana. Karena goyang gini (imbas pandemi COVID-19) , operator cabut, dia bukan base bone-nya di pariwisata dan hotel, dijual lagi, besok jadi ruko lagi,” pungkas Cok Ace.

Leave A Reply

Your email address will not be published.